Semakin Berilmu, Semakin Takut kepada Allah — Ciri Orang Alim
Orang yang memiliki ilmu agama sejati biasanya bukan sekadar hafal banyak dalil, melainkan juga menyadari hakikat ketundukan pada Allah. Semakin dalam ilmunya, semakin kuat rasa takutnya kepada Allah dan rasa tanggung jawab terhadap amal. Ketakutan inilah yang menghalangi ia dari perbuatan maksiat dan mendorongnya melakukan ketaatan.
Menurut pandangan para ulama, mereka yang benar-benar ‘alim adalah yang berilmu dan takut pada Allah — bukan sekadar ahli ibadah tanpa ilmu. Ulama melihat ilmu sebagai cahaya dalam hati, yang menjadikan seseorang sadar akan kewajiban, dosa, dan konsekuensi akhirat. Akibatnya, seorang berilmu hidup dengan takut jika amalnya tidak diterima atau jika ia lalai terhadap perintah-Nya.
Orang alim dengan rasa takut kepada Allah akan menunaikan kewajiban dengan khusyuk dan menjauhi hal-hal yang dilarang, baik terang-terangan maupun dalam hati. Ia memelihara dirinya dari maksiat, menjaga lisan dan perbuatannya agar selalu dalam batas syariat dan akhlak mulia. Sebab, ilmu tanpa adab hanya menyisakan kesombongan dan kekosongan hakiki.
Lebih jauh, rasa takut ini juga memunculkan ketawadhu’an dan kesadaran bahwa manusia lemah tanpa bimbingan Allah. Orang berilmu tahu bahwa kebaikan dan keselamatan hanyalah dari-Nya, sehingga ia bergantung penuh kepada-Nya dan senantiasa introspeksi. Karena itu, hidupnya cenderung sederhana, jauh dari riya, dan selalu bersih niat.
Dengan demikian, tanda nyata “orang alim” bukan hanya banyak pengetahuannya, tetapi bagaimana ilmu itu membentuk sikap hati: takut pada Allah, taat pada-Nya, menjaga adab, dan menjauh dari dunia atau kemaksiatan. Ilmu yang bermanfaat ialah yang membuat pemiliknya semakin sadar tanggung jawab akhirat dan memperbaiki diri — bukan membiarkan dirinya bebas tanpa rasa takut dan tanggung jawab.
Sumber: https://khazanah.republika.co.id/
#islam #khazanah #ilmu #alquran
- Penulis: Nuriyati Hamzah
- Editor: Hariyanto S. Auna
Belum ada komentar
💬 Tinggalkan Komentar
Silakan login untuk komentar
🔑 Masuk dengan Google