Ketika berbicara tentang Kabupaten Buol, seringkali perhatian kita tertuju pada pusat pemerintahan atau kawasan yang lebih ramai penduduk. Namun, ada sudut lain dari kabupaten ini yang menyimpan pesona tersendiri dan layak mendapat sorotan lebih Kecamatan Paleleh, yang terletak di ujung utara Kabupaten Buol.
Paleleh bukan hanya sekadar wilayah administratif. Ia adalah pintu masuk budaya dan kehidupan yang kaya, menjadi etalase yang memperlihatkan bagaimana tradisi lokal berpadu erat dengan dinamika zaman. Dari hamparan hutan hijau yang masih asri, hingga garis pantai yang menyatu dengan kehidupan nelayan, Paleleh menawarkan potret kehidupan yang menggugah dan penuh warna.
Keunikan Paleleh bukan semata pada kekayaan alamnya, tetapi juga dalam karakter masyarakatnya. Di sini, kita menemukan semangat gotong royong yang masih terjaga, tradisi lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi, serta keramahtamahan yang membuat setiap pengunjung merasa seperti pulang ke rumah sendiri. Masyarakat Paleleh adalah cermin dari kekayaan sosial Buol yang sesungguhnya energik, terbuka, dan tetap menjaga jati diri.
Sayangnya, pesona Paleleh sering terlupakan oleh narasi pembangunan yang terpusat. Padahal, apabila ditangani dengan serius, Paleleh memiliki potensi menjadi lokomotif baru pengembangan wilayah Buol, terutama dalam sektor pariwisata berbasis komunitas dan lingkungan.
Dengan segala kekayaan yang dimilikinya, saatnya masyarakat Buol, khususnya para pemangku kebijakan, memberi ruang lebih besar bagi Paleleh untuk dikenal, dipromosikan, dan dikembangkan. Buol bukan hanya tentang yang ada di tengah, tetapi juga tentang kecantikan yang tersimpan di ujung-utamanya, di tempat seperti Palelehyang menghadirkan warna baru dalam mozaik Buol secara keseluruhan.
#pilihan #paleleh #laut #nelayan #pemandangan #pariwisata #wisata #pantai
Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!
Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.
Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis,
tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.