Pendidikan adalah jantung kemajuan suatu daerah. Di sinilah letak tanggung jawab besar Dinas Pendidikan sebagai garda terdepan penjaga marwah pendidikan di Kabupaten Buol. Instansi ini bukan sekadar pengelola anggaran, tetapi pemegang amanah moral untuk memastikan generasi muda tumbuh dalam sistem yang sehat, berintegritas, dan berkeadilan.
Namun, bahaya besar muncul ketika kepemimpinan di instansi ini berada di tangan yang salah. Kursi strategis yang ditempati oleh sosok yang tidak memahami hakikat pendidikan akan mengacaukan arah kebijakan. Lebih parah lagi, jika jabatan hanya dijadikan ladang proyek dan keuntungan pribadi, maka rusaklah sendi-sendi pendidikan daerah.
Anggaran pendidikan memang besar, tetapi tidak ada artinya jika dikelola tanpa integritas. Masalah muncul ketika pemimpin Dinas Pendidikan justru berurusan dengan âkontraktor-kontraktor kotorâ yang menjadikan ruang kelas sebagai ladang bisnis. Akibatnya, kualitas pendidikan merosot karena kepentingan sempit mengabaikan kebutuhan guru, siswa, dan sekolah.
Dalam situasi seperti ini, Bupati Buol harus
benar-benar jeli dan berhati-hati dalam memilih Kepala Dinas Pendidikan.
Jabatan strategis ini tidak boleh diisi oleh orang-orang bermasalah, apalagi
yang memiliki persoalan hukum atau rekam jejak integritas yang diragukan.
Sebab, ketika pemimpin pendidikan tidak bersih, maka sulit berharap pendidikan
dapat berjalan lurus.
Harapan kita, Bupati memilih sosok yang benar-benar memahami pendidikan, bukan pemimpin titipan dari pejabat-pejabat kotor. Kita membutuhkan figur yang tumbuh dari kehidupan sekolah, bukan yang hadir karena kebetulan atau kedekatan tertentu. Kita membutuhkan pemimpin yang datang karena panggilan tanggung jawab dan nurani.
Menjaga marwah pendidikan bukan tugas kecil. Membutuhkan
integritas, kepemimpinan yang bersih, dan keberanian menolak segala bentuk
permainan kotor. Karena ketika pendidikan jatuh ke tangan yang salah, maka yang
hancur bukan hanya sistem, tapi juga masa depan anak-anak kita.
Lebih baik memilih yang tepat daripada
memaksakan yang bermasalah. Menyerahkannya pada orang yang salah
berarti mempertaruhkan masa depan pendidikan Buol. Maka, menjaga marwah
pendidikan harus dimulai dari orang-orang yang bersih, jujur, dan berpihak pada
nilai-nilai moral, bukan kepentingan pribadi.
Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!
Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.
Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis,
tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.