Umum   Kapolri Dorong Fatwa Haram Vape, MUI Siapkan Kajian Komprehensif Pemprov Sulteng   Anwar Hafid Sambut Kedatangan Duta Besar Rusia, Buka Peluang Kerja Sama dengan Sulawesi Tengah Sains   Pengaruh Game Online terhadap Karakter Anak: Peran Orang Tua dalam Membentuk Perilaku Positif Pemda Buol   Bupati Buol Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Siap Perluas Akses Modal untuk Dorong Ekonomi Masyarakat Umum   Selamat Hari Santri Oleh Yayasan Auna Center Indonesia Teknologi   Dua Celah Kritis PHP Ancam Keamanan Website di Seluruh Dunia, Administrator Diminta Segera Bertindak Umum   Pemkab Buol Evaluasi PJU, Perbaikan Lampu Jalan Dipercepat Umum   Greenpeace Indonesia Soroti Krisis Iklim yang Memperberat Beban Hidup Masyarakat Umum   Gubernur Anwar Hafid Dorong Beasiswa bagi Guru dan Tenaga Kesehatan di Sulawesi Tengah Umum   Pemkab Buol dan SMAN 1 Biau Kampanyekan Sekolah Aman dan Bebas Perundungan
Nona Baby Shop
Pasang Iklan

Di Balik Haruas, Ada Nilai yang Tak Lekang oleh Zaman

Budaya  10 November 2025
Di Balik Haruas, Ada Nilai yang Tak Lekang oleh Zaman
(dibuol.com)

Di tengah arus modernisasi dan perubahan gaya hidup yang begitu cepat, masih ada sesuatu yang tetap menjadi penanda kuat jati diri perempuan Buol. Haruas, kain yang melilit kepala dengan anggun ini bukan sekadar penutup aurat, tetapi simbol nilai, kehormatan, dan identitas budaya yang diwariskan turun-temurun.

Bagi sebagian orang luar, Haruas mungkin hanya tampak sebagai bagian dari busana tradisional. Namun, bagi perempuan Buol, Haruas lebih dalam maknanya. Ia mencerminkan kesopanan, kelembutan, sekaligus keteguhan hati. Saat seorang perempuan mengenakan Haruas, ia seakan membawa pesan dari leluhur bahwa kecantikan sejati tidak hanya terletak pada rupa, tetapi juga pada cara menjaga diri dan menghormati nilai-nilai kehidupan.

Kini, di era digital, banyak tradisi lokal yang mulai pudar. Anak muda lebih akrab dengan mode dari luar ketimbang warisan daerahnya sendiri. Namun, melihat sebagian perempuan Buol yang dengan bangga tetap mengenakan Haruas di berbagai kesempatan dari acara adat hingga kegiatan sehari-hari menunjukkan bahwa budaya ini belum sepenuhnya terkikis. Justru Haruas menjadi bentuk perlawanan halus terhadap lunturnya identitas.

Lebih dari sekadar kain, Haruas adalah narasi tentang perempuan Buol yang tangguh. Ia mengajarkan keseimbangan antara ketaatan dan kebebasan, antara menjaga tradisi dan beradaptasi dengan zaman. Setiap lipatan kainnya menyimpan kisah tentang keteguhan seorang ibu, kelembutan seorang istri, dan keteladanan seorang anak perempuan yang tumbuh dengan nilai-nilai luhur.

Menjaga Haruas berarti menjaga martabat perempuan Buol. Ia bukan sekadar simbol masa lalu, melainkan pelita yang menerangi langkah perempuan masa kini. Dalam setiap helainya, tersimpan pesan abadi, nilai, kehormatan, dan kebanggaan tak akan lekang oleh zaman selama masih ada perempuan Buol yang percaya pada makna Haruas.

#karikatur

  • Penulis: Hariyanto S. Auna
  • Editor: Yusuf
💬 Tinggalkan Komentar

Silakan login untuk komentar

🔑 Masuk dengan Google

Belum ada komentar

Populer

Kategori

Kata Kunci

#nasional #buol #pemda #olahraga #bola #ekonomi #pendidikan #indonesia #hukum #sulteng #politik #internasional #pemprov #paleleh #pilihan #guru #pariwisata #wisata #bencana #islam #sumatra #bisnis #khazanah #laut #pantai #bupati #edisihgn2025 #teknologi #kpk #timnas #sorotan #kabupaten #info #prabowo #presiden #pgri #hgn #sains #pahlawan #seagames2025 #masjid #karikatur #duka #psdku #liga #mtq #dprd #asia #gubernur #polri
Info


Info



Editorial →


f X IG IG TikTok