Hukum   OTT Kepala Daerah: Mampukah Memberi Efek Jera atau Hanya Sekadar Isu Sesaat? Umum   TNI AD Kerahkan 21.707 Prajurit dan Alutsista Demi Selamatkan Warga Terdampak Bencana di Sumatra Kesehatan   Betis sebagai ‘Jantung Kedua’ — Pentingnya Otot Kaki untuk Sirkulasi Darah Khazanah   Bencana Alam: Ulah Manusia, Dosa, dan Peringatan Ilahi menurut Al‑Qur’an Hukum   MA Tekankan: Rehabilitasi Presiden Bukan Hambatan Hukum, Tapi Hak Istimewa Konstitusional Politik   Cak Imin Prihatin Lihat Konflik Internal PBNU, Minta Semua Pihak Menahan Diri Pendidikan   Digitalisasi Kelas Rasakan Dampaknya: Sekolah di Indonesia Kini Lebih Hidup Olahraga   Musim Baru Bergulir: Liga Nusantara 2025/26 Resmi Dibuka Hari Ini Khazanah   Islam Pandang Liburan sebagai Aktivitas Bernilai Asal Dilakukan Secara Bijak Pendidikan   Prabowo: Pendidikan Jadi Investasi Utama Bangsa Demi Masa Depan Cerah

Di Balik Haruas, Ada Nilai yang Tak Lekang oleh Zaman

Budaya  10 November 2025
Di Balik Haruas, Ada Nilai yang Tak Lekang oleh Zaman
(dibuol.com)

Di tengah arus modernisasi dan perubahan gaya hidup yang begitu cepat, masih ada sesuatu yang tetap menjadi penanda kuat jati diri perempuan Buol. Haruas, kain yang melilit kepala dengan anggun ini bukan sekadar penutup aurat, tetapi simbol nilai, kehormatan, dan identitas budaya yang diwariskan turun-temurun.

Bagi sebagian orang luar, Haruas mungkin hanya tampak sebagai bagian dari busana tradisional. Namun, bagi perempuan Buol, Haruas lebih dalam maknanya. Ia mencerminkan kesopanan, kelembutan, sekaligus keteguhan hati. Saat seorang perempuan mengenakan Haruas, ia seakan membawa pesan dari leluhur bahwa kecantikan sejati tidak hanya terletak pada rupa, tetapi juga pada cara menjaga diri dan menghormati nilai-nilai kehidupan.

Kini, di era digital, banyak tradisi lokal yang mulai pudar. Anak muda lebih akrab dengan mode dari luar ketimbang warisan daerahnya sendiri. Namun, melihat sebagian perempuan Buol yang dengan bangga tetap mengenakan Haruas di berbagai kesempatan dari acara adat hingga kegiatan sehari-hari menunjukkan bahwa budaya ini belum sepenuhnya terkikis. Justru Haruas menjadi bentuk perlawanan halus terhadap lunturnya identitas.

Lebih dari sekadar kain, Haruas adalah narasi tentang perempuan Buol yang tangguh. Ia mengajarkan keseimbangan antara ketaatan dan kebebasan, antara menjaga tradisi dan beradaptasi dengan zaman. Setiap lipatan kainnya menyimpan kisah tentang keteguhan seorang ibu, kelembutan seorang istri, dan keteladanan seorang anak perempuan yang tumbuh dengan nilai-nilai luhur.

Menjaga Haruas berarti menjaga martabat perempuan Buol. Ia bukan sekadar simbol masa lalu, melainkan pelita yang menerangi langkah perempuan masa kini. Dalam setiap helainya, tersimpan pesan abadi, nilai, kehormatan, dan kebanggaan tak akan lekang oleh zaman selama masih ada perempuan Buol yang percaya pada makna Haruas.

#karikatur

  • Penulis: Hariyanto S. Auna
  • Editor: Yusuf
Populer

Kategori

Kata Kunci

#nasional #buol #pemda #olahraga #bola #ekonomi #guru #pendidikan #pariwisata #pilihan #politik #hukum #wisata #paleleh #internasional #laut #pantai #sulteng #pemprov #hgn #edisihgn2025 #islam #presiden #pgri #bupati #pahlawan #bisnis #timnas #kpk #indonesia #khazanah #sorotan #info #prabowo #karikatur #sains #psdku #dprd #polisi #bencana #masjid #keuangan #ilmu #duka #edisipsdku #teknologi #liburan #pertanian #liga #pemandangan
Info

Hari Guru Nasional 2025
Bapenda Sulteng Bebaskan Tunggakan dan Denda PKB, Berlaku 19 November–20 Desember 2025

Kontribusi Berita & Opini

Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!

Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.


Format Naskah:
Microsoft Word (.doc / .docx)
✉ redaksidibuol@gmail.com

Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis, tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.




Editorial →


f X IG IG TikTok