Umum   Kapolri Dorong Fatwa Haram Vape, MUI Siapkan Kajian Komprehensif Pemprov Sulteng   Anwar Hafid Sambut Kedatangan Duta Besar Rusia, Buka Peluang Kerja Sama dengan Sulawesi Tengah Sains   Pengaruh Game Online terhadap Karakter Anak: Peran Orang Tua dalam Membentuk Perilaku Positif Pemda Buol   Bupati Buol Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Siap Perluas Akses Modal untuk Dorong Ekonomi Masyarakat Umum   Selamat Hari Santri Oleh Yayasan Auna Center Indonesia Teknologi   Dua Celah Kritis PHP Ancam Keamanan Website di Seluruh Dunia, Administrator Diminta Segera Bertindak Umum   Pemkab Buol Evaluasi PJU, Perbaikan Lampu Jalan Dipercepat Umum   Greenpeace Indonesia Soroti Krisis Iklim yang Memperberat Beban Hidup Masyarakat Umum   Gubernur Anwar Hafid Dorong Beasiswa bagi Guru dan Tenaga Kesehatan di Sulawesi Tengah Umum   Pemkab Buol dan SMAN 1 Biau Kampanyekan Sekolah Aman dan Bebas Perundungan
Nona Baby Shop
Pasang Iklan

Mopalus: Kearifan Lokal sebagai Pilar Harmoni dalam Masyarakat Multikultural Desa Busak I Kabupaten Buol

Budaya  12 December 2025
Mopalus: Kearifan Lokal sebagai Pilar Harmoni dalam Masyarakat Multikultural Desa Busak I Kabupaten Buol
Ilustrasi AI

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keragaman budaya, suku, dan etnis. Tantangan terbesar dalam masyarakat plural seperti ini adalah bagaimana menjaga keharmonisan sosial di tengah perbedaan. Di balik keragaman itu, terdapat kearifan lokal yang mampu menjadi perekat dan penopang kehidupan sosial. Salah satu contoh nyata ialah praktik Mopalus di Desa Busak I, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah — sebuah model pengelolaan masyarakat multikultural yang menarik untuk ditelaah. 

 

Apa itu Mopalus?

Mopalus berasal dari tradisi gotong royong yang berlangsung di tengah masyarakat Desa Busak I. Tidak sekadar kerja bersama dalam kegiatan fisik, Mopalus menjadi nilai sosial yang mendalam, norma yang membentuk interaksi antaretnis di wilayah ini. Nilai-nilai ini berakar pada penghargaan terhadap sesama, solidaritas, dan kebersamaan antar warga yang berasal dari berbagai latar belakang etnis seperti Buol, Bugis, Gorontalo, Buton, dan Mandar.

 

Tiga Dimensi Harmonisasi Sosial Melalui Mopalus

Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial menunjukkan bahwa Mopalus berperan dalam penataan masyarakat multikultural melalui tiga dimensi integrasi sosial:

1.   Normatif — Menjadi Norma Sosial yang Mengikat
Secara normatif, nilai-nilai Mopalus menciptakan norma sosial yang menjadi dasar interaksi antaretnis. Gotong royong, saling menghormati, dan kerja sama bukan sekadar tradisi, tetapi bagian penting dari aturan tidak tertulis yang dipegang bersama. Ini membantu warga membentuk identitas kolektif masyarakat yang kuat di tengah keberagaman.

2.   Fungsional — Optimalisasi Peran Anggota Masyarakat
Mopalus juga berfungsi secara fungsional dengan memaksimalkan kontribusi setiap individu berdasarkan kemampuan dan keterampilannya. Misalnya, dalam pembangunan fasilitas umum, setiap kelompok etnis turut serta sesuai kapasitasnya: ada yang menjadi tukang bangunan, penyedia bahan, atau pendukung kerja lain. Peran ini bukan dipaksakan, tetapi tumbuh dari rasa tanggung jawab kolektif.

3.   Koersif — Kesadaran Kolektif Tanpa Aturan Tertulis
Walaupun tidak ada aturan formal yang mengikat, Mopalus berhasil membangun kesadaran bersama. Partisipasi aktif masyarakat bukan karena paksaan, melainkan karena kesadaran bersama akan pentingnya kebersamaan dan keharmonisan hidup bersama.

 

Mopalus sebagai Model Integrasi Sosial

Nilai-nilai Mopalus telah membantu masyarakat Desa Busak I mengelola keragaman sosial dan mencegah potensi konflik antaretnis. Nilai gotong royong ini membuat warga belajar menghargai kontribusi satu sama lain, memperkuat solidaritas, serta membangun rasa kebersamaan tanpa memandang perbedaan suku atau latar belakang budaya.

 

Para informan penelitian, mulai dari kepala desa hingga tokoh adat dan warga, sepakat bahwa Mopalus bukan sekadar tradisi, tetapi fondasi kehidupan sosial yang terus diwariskan antar generasi agar nilai kebersamaan tetap terjaga.

 

Pembelajaran Budaya untuk Masyarakat Luas

Pengalaman Desa Busak I membuktikan bahwa kearifan lokal memiliki peran penting dalam menjaga harmonisasi masyarakat majemuk. Nilai seperti Mopalus dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa dalam mengelola pluralitas sosialnya. Kearifan lokal semacam ini menunjukkan bahwa budaya bukan hanya sekadar warisan, tetapi juga alat efektif dalam menciptakan kehidupan bersama yang damai dan produktif.

 

Sumber: Artikel tentang Penataan Masyarakat Multikultural Melalui Nilai Kearifan  Lokal Mopalusdi  Desa  Busak I Kabupaten Buol

https://ejournal.umm.ac.id/index.php/JICC/article/view/36402/15388

 

#budaya #buol #busak #mopaslus #sorotan #pilihan

  • Penulis: Hariyanto S. Auna
  • Editor: Nuriyati Hamzah
💬 Tinggalkan Komentar

Silakan login untuk komentar

🔑 Masuk dengan Google

Belum ada komentar

Populer

Kategori

Kata Kunci

#nasional #buol #pemda #olahraga #bola #ekonomi #pendidikan #indonesia #hukum #sulteng #politik #internasional #pemprov #paleleh #pilihan #guru #pariwisata #wisata #bencana #islam #sumatra #bisnis #khazanah #laut #pantai #bupati #edisihgn2025 #teknologi #kpk #timnas #sorotan #kabupaten #info #prabowo #presiden #pgri #hgn #sains #pahlawan #seagames2025 #masjid #karikatur #duka #psdku #liga #mtq #dprd #asia #gubernur #polri
Info


Info



Editorial →


f X IG IG TikTok