Buol — Di pesisir Kelurahan Leok 1, berdiri sebuah kampung nelayan yang dikenal dengan nama Kampung Lepa. Kampung ini memiliki keunikan tersendiri, di mana rumah-rumah warga berdiri di atas air dengan tiang-tiang kayu yang menjulang dari dasar laut. Dari kejauhan, pemandangan Kampung Lepa tampak memikat dengan latar perbukitan hijau dan pepohonan kelapa yang tumbuh lebat di sekelilingnya.
Masyarakat Kampung Lepa sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Setiap pagi, deretan perahu tradisional terlihat berangkat dari tepian kampung menuju laut lepas untuk mencari hasil tangkapan. Aktivitas tersebut menjadi rutinitas yang sudah diwariskan turun-temurun dan menjadi denyut utama kehidupan di kampung ini. Selain itu, Kampung Lepa juga dikenal memiliki kawasan mangrove alami yang tumbuh di sekitar pesisir. Pohon-pohon mangrove ini bukan hanya memperindah pemandangan, tetapi juga berfungsi penting sebagai pelindung pantai dari abrasi serta tempat berkembang biaknya berbagai biota laut.
Di sore hari, suasana Kampung Lepa terasa damai. Anak-anak bermain di tepi air, sementara para ibu menjemur ikan hasil tangkapan di depan rumah mereka. Warga hidup sederhana namun saling membantu satu sama lain, menjaga nilai kebersamaan yang sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat pesisir Buol.
Kini, keberadaan Kampung Lepa tidak hanya menjadi simbol kehidupan nelayan, tetapi juga daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin melihat keunikan permukiman tradisional di atas laut. Dengan potensi alam dan budaya yang dimiliki, Kampung Lepa diharapkan dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata edukasi pesisir yang memperkenalkan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut dan mangrove kepada generasi muda.
#pilihan #pariwisata #wisata #laut #pantai #unik #leok #buol
Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!
Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.
Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis,
tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.