Umum   Kapolri Dorong Fatwa Haram Vape, MUI Siapkan Kajian Komprehensif Pemprov Sulteng   Anwar Hafid Sambut Kedatangan Duta Besar Rusia, Buka Peluang Kerja Sama dengan Sulawesi Tengah Sains   Pengaruh Game Online terhadap Karakter Anak: Peran Orang Tua dalam Membentuk Perilaku Positif Pemda Buol   Bupati Buol Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Siap Perluas Akses Modal untuk Dorong Ekonomi Masyarakat Umum   Selamat Hari Santri Oleh Yayasan Auna Center Indonesia Teknologi   Dua Celah Kritis PHP Ancam Keamanan Website di Seluruh Dunia, Administrator Diminta Segera Bertindak Umum   Pemkab Buol Evaluasi PJU, Perbaikan Lampu Jalan Dipercepat Umum   Greenpeace Indonesia Soroti Krisis Iklim yang Memperberat Beban Hidup Masyarakat Umum   Gubernur Anwar Hafid Dorong Beasiswa bagi Guru dan Tenaga Kesehatan di Sulawesi Tengah Umum   Pemkab Buol dan SMAN 1 Biau Kampanyekan Sekolah Aman dan Bebas Perundungan
Nona Baby Shop
Pasang Iklan

Utang Pinjol Masyarakat RI Capai Rp 90,99 Triliun, Tanda Kewaspadaan untuk Semua

Ekonomi  08 November 2025
Utang Pinjol Masyarakat RI Capai Rp 90,99 Triliun, Tanda Kewaspadaan untuk Semua
Foto

Jakarta – 8 November 2025 — Menurut data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dilansir dari tempo.co, utang masyarakat Indonesia pada layanan pinjaman daring alias Pinjaman Online (Pinjol) telah menembus angka Rp 90,99 triliun per September 2025, tumbuh 22,16 % secara tahunan. 


Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan ekspansi penggunaan pinjol oleh masyarakat, tetapi juga menunjukkan bahwa tekanan keuangan yang dihadapi oleh sebagian pengguna kian meningkat. OJK mencatat tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) di sektor pinjol naik menjadi 2,82 % di bulan September, sedikit lebih tinggi dari Agustus yang berada di level 2,60 %. 


Meski pertumbuhan pembiayaan pinjol menunjukkan permintaan yang kuat didorong oleh kebutuhan mendesak seperti biaya pendidikan, konsumsi, atau kondisi ekonomi masyarakat OJK mengingatkan agar pihak penyelenggara pinjol memperkuat verifikasi dan penilaian kredit serta menjaga likuiditas dan kepatuhan modal minimum. 


Kondisi ini menjadi sinyal bagi pemerintah, regulator, dan masyarakat bahwa layanan keuangan digital yang cepat dan mudah diakses juga membawa risiko tersebar yang perlu diantisipasi. Karena itu, edukasi keuangan, transparansi suku bunga, serta mekanisme perlindungan konsumen akan menjadi semakin penting dalam menghadapi pertumbuhan era pinjol yang demikian pesat.

#nasional #ekonomi #bisnis

  • Penulis: Rudi
  • Editor: Hariyanto S. Auna
💬 Tinggalkan Komentar

Silakan login untuk komentar

🔑 Masuk dengan Google

Belum ada komentar

Populer

Kategori

Kata Kunci

#nasional #buol #pemda #olahraga #bola #ekonomi #pendidikan #indonesia #hukum #sulteng #politik #internasional #pemprov #paleleh #pilihan #guru #pariwisata #wisata #bencana #islam #sumatra #bisnis #khazanah #laut #pantai #bupati #edisihgn2025 #teknologi #kpk #timnas #sorotan #kabupaten #info #prabowo #presiden #pgri #hgn #sains #pahlawan #seagames2025 #masjid #karikatur #duka #psdku #liga #mtq #dprd #asia #gubernur #polri
Info


Info



Editorial →


f X IG IG TikTok