Kucing adalah hewan yang umumnya mampu melahirkan sendiri tanpa bantuan manusia. Namun, dalam beberapa kasus, kucing dapat mengalami kondisi serius yang disebut distokia atau kegagalan melahirkan. Distokia terjadi ketika proses persalinan berjalan tidak normal dan anak kucing tidak dapat keluar sebagaimana mestinya.
Salah satu tanda utama kegagalan melahirkan adalah ketika air ketuban sudah pecah, tetapi anak kucing tidak kunjung keluar dalam waktu lebih dari 2 jam. Kontraksi kuat yang berlangsung lama tanpa hasil juga merupakan indikasi bahwa ada masalah pada proses kelahiran. Jika kondisi ini terjadi, induk kucing berada dalam situasi darurat yang memerlukan perhatian segera.
Kegagalan melahirkan bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Misalnya, ukuran anak kucing terlalu besar untuk jalur lahir, posisi janin yang tidak tepat, otot rahim yang lemah, atau adanya anak kucing yang sudah mati dalam kandungan dan menghalangi jalan lahir. Selain itu, kucing yang terlalu muda, terlalu tua, atau pertama kali melahirkan juga lebih berisiko mengalaminya.
Jika kegagalan melahirkan terjadi dan tidak segera ditangani, risiko bagi induk dan anak-anaknya sangat tinggi. Induk bisa mengalami infeksi, kelelahan parah, bahkan kematian. Sementara anak kucing dalam kandungan dapat mengalami kekurangan oksigen dan akhirnya tidak dapat diselamatkan jika kelahiran terlalu lama tertunda.
Oleh karena itu, sangat penting bagi pemilik untuk mengawasi proses melahirkan kucing dengan baik. Jika terlihat ada tanda-tanda bahaya, segera cari bantuan dokter hewan. Apabila akses ke dokter hewan sulit, tetap harus dilakukan tindakan dasar seperti menjaga kucing tetap hangat, nyaman, tidak stres, dan memastikan jalan lahir bersih sambil menunggu pertolongan. Kesadaran dan penanganan cepat dapat menyelamatkan nyawa induk maupun anak kucingnya.

Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!
Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.
Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis,
tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.