Hukum   OTT Kepala Daerah: Mampukah Memberi Efek Jera atau Hanya Sekadar Isu Sesaat? Umum   TNI AD Kerahkan 21.707 Prajurit dan Alutsista Demi Selamatkan Warga Terdampak Bencana di Sumatra Kesehatan   Betis sebagai ‘Jantung Kedua’ — Pentingnya Otot Kaki untuk Sirkulasi Darah Khazanah   Bencana Alam: Ulah Manusia, Dosa, dan Peringatan Ilahi menurut Al‑Qur’an Hukum   MA Tekankan: Rehabilitasi Presiden Bukan Hambatan Hukum, Tapi Hak Istimewa Konstitusional Politik   Cak Imin Prihatin Lihat Konflik Internal PBNU, Minta Semua Pihak Menahan Diri Pendidikan   Digitalisasi Kelas Rasakan Dampaknya: Sekolah di Indonesia Kini Lebih Hidup Olahraga   Musim Baru Bergulir: Liga Nusantara 2025/26 Resmi Dibuka Hari Ini Khazanah   Islam Pandang Liburan sebagai Aktivitas Bernilai Asal Dilakukan Secara Bijak Pendidikan   Prabowo: Pendidikan Jadi Investasi Utama Bangsa Demi Masa Depan Cerah

Gunung Api “Tidur” Bisa Bangkit Tiba‑tiba — Begini Penjelasannya

Sains  26 November 2025
Gunung Api “Tidur” Bisa Bangkit Tiba‑tiba — Begini Penjelasannya
https://ilmugeografi.com/

Beberapa gunung api yang sudah lama diam atau “tidur” ribuan tahun bisa mendadak meletus tanpa peringatan panjang. Kondisi ini menimbulkan keheranan banyak orang, karena selama berabad‑abad tidak ada aktivitas vulkanik yang tampak. Meski demikian, para ilmuwan menjelaskan bahwa di bawah permukaan bumi proses bisa terus bekerja diam‑diam. 

 

Salah satu pemicu letusan mendadak adalah perubahan besar di dalam ruang magma (magma chamber). Ketika volume magma kembali bertambah, misalnya dari suplai magma baru atau terjadi kristalisasi magma yang mengurangi ruang kosong, maka tekanan dalam ruang tersebut meningkat. Tekanan yang makin tinggi akhirnya bisa memaksa magma untuk keluar melalui kawah. 

 

Faktor lainnya adalah runtuhnya dinding ruang magma akibat ketidakstabilan atau gempa kecil yang tidak terdeteksi, sehingga jalur bagi magma menuju permukaan pun terbuka. Studi menunjukkan bahwa mekanisme seperti ini bisa menyebabkan gunung api yang tenang lama jadi aktif dengan cepat. 

 

Selain itu, pengaruh eksternal juga dapat berperan memicu letusan. Erosi kawah, longsoran, atau bahkan perubahan beban air di sekitar gunung (misalnya akibat hujan deras atau akumulasi danau) bisa melemahkan “tutup” gunung. Akibatnya, tekanan dari dalam lebih mudah mengeksplorasi ke luar dan memicu erupsi. 

 

Kesulitan utama dalam memprediksi letusan gunung tidur adalah bahwa banyak sinyal peringatan bisa saja tidak muncul. Misalnya, tidak selalu terjadi gempa vulkanik atau deformasi mencolok sebelum erupsi. Oleh karena itu, gunung yang dianggap “dormant” tetap dianggap berpotensi aktif oleh para vulkanolog. 

 

Kejadian letusan mendadak dari gunung api tidur  seperti yang baru‑baru ini terjadi pada gunung purba di Ethiopia  menjadi pengingat bahwa tidak ada gunung yang bisa dianggap benar‑benar aman hanya karena sudah lama diam.  Masyarakat dan pemerintah perlu tetap mengawal informasi pemantauan vulkanik. Siaga dan kesadaran bencana tetap penting meskipun gunung telah lama tidak aktif.

Sumber: CNN Indonesia

 

#sains #gunung

  • Penulis: Sumarni Mustapa
  • Editor: Hariyanto S. Auna
Populer

Kategori

Kata Kunci

#nasional #buol #pemda #olahraga #bola #ekonomi #guru #pendidikan #pariwisata #pilihan #politik #hukum #wisata #paleleh #internasional #laut #pantai #sulteng #pemprov #hgn #edisihgn2025 #islam #presiden #pgri #bupati #pahlawan #bisnis #timnas #kpk #indonesia #khazanah #sorotan #info #prabowo #karikatur #sains #psdku #dprd #polisi #bencana #masjid #keuangan #ilmu #duka #edisipsdku #teknologi #liburan #pertanian #liga #pemandangan
Info

Hari Guru Nasional 2025
Bapenda Sulteng Bebaskan Tunggakan dan Denda PKB, Berlaku 19 November–20 Desember 2025

Kontribusi Berita & Opini

Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!

Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.


Format Naskah:
Microsoft Word (.doc / .docx)
✉️ redaksidibuol@gmail.com

Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis, tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.




Editorial →


f X IG IG TikTok