Umum   Kapolri Dorong Fatwa Haram Vape, MUI Siapkan Kajian Komprehensif Pemprov Sulteng   Anwar Hafid Sambut Kedatangan Duta Besar Rusia, Buka Peluang Kerja Sama dengan Sulawesi Tengah Sains   Pengaruh Game Online terhadap Karakter Anak: Peran Orang Tua dalam Membentuk Perilaku Positif Pemda Buol   Bupati Buol Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Siap Perluas Akses Modal untuk Dorong Ekonomi Masyarakat Umum   Selamat Hari Santri Oleh Yayasan Auna Center Indonesia Teknologi   Dua Celah Kritis PHP Ancam Keamanan Website di Seluruh Dunia, Administrator Diminta Segera Bertindak Umum   Pemkab Buol Evaluasi PJU, Perbaikan Lampu Jalan Dipercepat Umum   Greenpeace Indonesia Soroti Krisis Iklim yang Memperberat Beban Hidup Masyarakat Umum   Gubernur Anwar Hafid Dorong Beasiswa bagi Guru dan Tenaga Kesehatan di Sulawesi Tengah Umum   Pemkab Buol dan SMAN 1 Biau Kampanyekan Sekolah Aman dan Bebas Perundungan
Nona Baby Shop
Pasang Iklan

Gunung Api “Tidur” Bisa Bangkit Tiba‑tiba — Begini Penjelasannya

Sains  26 November 2025
Gunung Api “Tidur” Bisa Bangkit Tiba‑tiba — Begini Penjelasannya
https://ilmugeografi.com/

Beberapa gunung api yang sudah lama diam atau “tidur” ribuan tahun bisa mendadak meletus tanpa peringatan panjang. Kondisi ini menimbulkan keheranan banyak orang, karena selama berabad‑abad tidak ada aktivitas vulkanik yang tampak. Meski demikian, para ilmuwan menjelaskan bahwa di bawah permukaan bumi proses bisa terus bekerja diam‑diam. 

 

Salah satu pemicu letusan mendadak adalah perubahan besar di dalam ruang magma (magma chamber). Ketika volume magma kembali bertambah, misalnya dari suplai magma baru atau terjadi kristalisasi magma yang mengurangi ruang kosong, maka tekanan dalam ruang tersebut meningkat. Tekanan yang makin tinggi akhirnya bisa memaksa magma untuk keluar melalui kawah. 

 

Faktor lainnya adalah runtuhnya dinding ruang magma akibat ketidakstabilan atau gempa kecil yang tidak terdeteksi, sehingga jalur bagi magma menuju permukaan pun terbuka. Studi menunjukkan bahwa mekanisme seperti ini bisa menyebabkan gunung api yang tenang lama jadi aktif dengan cepat. 

 

Selain itu, pengaruh eksternal juga dapat berperan memicu letusan. Erosi kawah, longsoran, atau bahkan perubahan beban air di sekitar gunung (misalnya akibat hujan deras atau akumulasi danau) bisa melemahkan “tutup” gunung. Akibatnya, tekanan dari dalam lebih mudah mengeksplorasi ke luar dan memicu erupsi. 

 

Kesulitan utama dalam memprediksi letusan gunung tidur adalah bahwa banyak sinyal peringatan bisa saja tidak muncul. Misalnya, tidak selalu terjadi gempa vulkanik atau deformasi mencolok sebelum erupsi. Oleh karena itu, gunung yang dianggap “dormant” tetap dianggap berpotensi aktif oleh para vulkanolog. 

 

Kejadian letusan mendadak dari gunung api tidur  seperti yang baru‑baru ini terjadi pada gunung purba di Ethiopia  menjadi pengingat bahwa tidak ada gunung yang bisa dianggap benar‑benar aman hanya karena sudah lama diam.  Masyarakat dan pemerintah perlu tetap mengawal informasi pemantauan vulkanik. Siaga dan kesadaran bencana tetap penting meskipun gunung telah lama tidak aktif.

Sumber: CNN Indonesia

 

#sains #gunung

  • Penulis: Sumarni Mustapa
  • Editor: Hariyanto S. Auna
💬 Tinggalkan Komentar

Silakan login untuk komentar

🔑 Masuk dengan Google

Belum ada komentar

Populer

Kategori

Kata Kunci

#nasional #buol #pemda #olahraga #bola #ekonomi #pendidikan #indonesia #hukum #sulteng #politik #internasional #pemprov #paleleh #pilihan #guru #pariwisata #wisata #bencana #islam #sumatra #bisnis #khazanah #laut #pantai #bupati #edisihgn2025 #teknologi #kpk #timnas #sorotan #kabupaten #info #prabowo #presiden #pgri #hgn #sains #pahlawan #seagames2025 #masjid #karikatur #duka #psdku #liga #mtq #dprd #asia #gubernur #polri
Info


Info



Editorial →


f X IG IG TikTok