Beberapa gunung api yang sudah lama diam atau “tidur” ribuan tahun bisa mendadak meletus tanpa peringatan panjang. Kondisi ini menimbulkan keheranan banyak orang, karena selama berabad‑abad tidak ada aktivitas vulkanik yang tampak. Meski demikian, para ilmuwan menjelaskan bahwa di bawah permukaan bumi proses bisa terus bekerja diam‑diam.
Salah satu pemicu letusan mendadak adalah perubahan besar di dalam ruang magma (magma chamber). Ketika volume magma kembali bertambah, misalnya dari suplai magma baru atau terjadi kristalisasi magma yang mengurangi ruang kosong, maka tekanan dalam ruang tersebut meningkat. Tekanan yang makin tinggi akhirnya bisa memaksa magma untuk keluar melalui kawah.
Faktor lainnya adalah runtuhnya dinding ruang magma akibat ketidakstabilan atau gempa kecil yang tidak terdeteksi, sehingga jalur bagi magma menuju permukaan pun terbuka. Studi menunjukkan bahwa mekanisme seperti ini bisa menyebabkan gunung api yang tenang lama jadi aktif dengan cepat.
Selain itu, pengaruh eksternal juga dapat berperan memicu letusan. Erosi kawah, longsoran, atau bahkan perubahan beban air di sekitar gunung (misalnya akibat hujan deras atau akumulasi danau) bisa melemahkan “tutup” gunung. Akibatnya, tekanan dari dalam lebih mudah mengeksplorasi ke luar dan memicu erupsi.
Kesulitan utama dalam memprediksi letusan gunung tidur adalah bahwa banyak sinyal peringatan bisa saja tidak muncul. Misalnya, tidak selalu terjadi gempa vulkanik atau deformasi mencolok sebelum erupsi. Oleh karena itu, gunung yang dianggap “dormant” tetap dianggap berpotensi aktif oleh para vulkanolog.
Kejadian letusan mendadak dari gunung api tidur seperti yang baru‑baru ini terjadi pada gunung purba di Ethiopia menjadi pengingat bahwa tidak ada gunung yang bisa dianggap benar‑benar aman hanya karena sudah lama diam. Masyarakat dan pemerintah perlu tetap mengawal informasi pemantauan vulkanik. Siaga dan kesadaran bencana tetap penting meskipun gunung telah lama tidak aktif.
Sumber: CNN Indonesia
Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!
Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.
Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis,
tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.