Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menerima kunjungan tim benchmarking dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Kamis, 27 November 2025. Rombongan diterima di Kantor Gubernur Sulteng oleh sejumlah pejabat tinggi provinsi. Tujuan kunjungan adalah untuk mempelajari penerapan proyek multiâyears yang telah berjalan efektif di Sulteng.
Dalam pertemuan itu, pihak Sulteng memaparkan mekanisme manajemen, penganggaran, dan pengawasan proyek multiâyears. Penjelasan ini mencakup pengalaman keberhasilan dalam mengelola proyek strategis secara bertahap dan berkelanjutan. Pemprov Sulsel berharap mendapatkan referensi nyata dari praktik tersebut.
Salah satu proyek yang disorot adalah Masjid Raya Baitul Khairat di Palu, proyek multiyears yang menjadi model dan telah diselesaikan. Masjid ini dibangun sejak 2023 dengan perencanaan matang sejak 2020, termasuk desain dan DED (Detail Engineering Design). Proyek ini kini menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerapkan skema proyek tahun jamak.
Tim dari Sulsel, yang dipimpin oleh Inspektur Inspektorat Sulsel, menyampaikan bahwa mereka tengah menyiapkan paket proyek multiyears dengan pagu anggaran besar. Paket tersebut mencakup pembangunan jalan, irigasi, dan rumah sakit regional sebagai upaya mempercepat pembangunan infrastruktur. Harapannya, praktik terbaik dari Sulteng bisa diadaptasi di Sulsel.
Pihak Sulteng menekankan pentingnya mekanisme transparan dan akuntabel agar proyek multiâyears bisa terlaksana dengan baik. Mereka berharap pertukaran informasi dan koordinasi antardaerah bisa terus berlanjut demi keberlanjutan pembangunan. Upaya ini diharapkan mendukung percepatan peningkatan kualitas layanan publik dan infrastruktur di Sulsel.
Sumber : https://sultengprov.go.id/
Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!
Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.
Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis,
tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.