Pemerintah, melalui Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa proyeksi ekonomi Indonesia 2026 sangat positif. Indikator-indikator utama telah menunjukkan tren penguatan sampai akhir 2025. Optimisme ini menjadi landasan keyakinan bahwa 2026 bisa jadi tahun kebangkitan ekonomi nasional.
Menurut Airlangga, dua pilar utama mendukung prospek tersebut: konsumsi masyarakat dan investasi. Konsumsi rumah tangga menunjukkan peningkatan signifikan, dan realisasi investasi hingga September 2025 tumbuh kuat. Strategi ini diyakini akan menopang pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.
Dari sisi kebijakan moneter dan fiskal, pemerintah dan bank sentral sudah mengambil langkah strategis. Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan ke 4,75 persen, yang membantu mendorong kredit dan konsumsi. Hal ini turut menjaga inflasi tetap terkendali pada level rendah.
Pemerintah juga mempercepat realisasi belanja kementerian dan lembaga serta program prioritas. Belanja publik ini jadi stimulus besar bagi aktivitas ekonomi, khususnya menjelang akhir tahun. Dengan demikian, basis fiskal dan moneter mendukung kondisi yang kondusif untuk 2026.
Airlangga menyebut bahwa hampir seluruh risiko ekonomi untuk 2026 sudah dikelola dan diserap tahun ini. Dengan demikian, ruang bagi upside potential terbuka lebar. Target pertumbuhan yang dipatok dalam APBN, yakni sekitar 5,4 persen, dianggap realistis bahkan bisa terlampaui.
Meski optimis, pemerintah tetap mengawal berbagai variabel ekonomi agar stabilitas terjaga. Inflasi, nilai tukar, dan suku bunga akan terus dipantau secara ketat. Dengan koordinasi kebijakan yang baik, 2026 diharapkan menjadi tahun kebangkitan bagi perekonomian Indonesia.
Sumber: TVRI News
Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!
Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.
Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis,
tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.