Hukum   OTT Kepala Daerah: Mampukah Memberi Efek Jera atau Hanya Sekadar Isu Sesaat? Umum   TNI AD Kerahkan 21.707 Prajurit dan Alutsista Demi Selamatkan Warga Terdampak Bencana di Sumatra Kesehatan   Betis sebagai ‘Jantung Kedua’ — Pentingnya Otot Kaki untuk Sirkulasi Darah Khazanah   Bencana Alam: Ulah Manusia, Dosa, dan Peringatan Ilahi menurut Al‑Qur’an Hukum   MA Tekankan: Rehabilitasi Presiden Bukan Hambatan Hukum, Tapi Hak Istimewa Konstitusional Politik   Cak Imin Prihatin Lihat Konflik Internal PBNU, Minta Semua Pihak Menahan Diri Pendidikan   Digitalisasi Kelas Rasakan Dampaknya: Sekolah di Indonesia Kini Lebih Hidup Olahraga   Musim Baru Bergulir: Liga Nusantara 2025/26 Resmi Dibuka Hari Ini Khazanah   Islam Pandang Liburan sebagai Aktivitas Bernilai Asal Dilakukan Secara Bijak Pendidikan   Prabowo: Pendidikan Jadi Investasi Utama Bangsa Demi Masa Depan Cerah

Bencana Alam: Ulah Manusia, Dosa, dan Peringatan Ilahi menurut Al‑Qur’an

Khazanah  30 November 2025
Bencana Alam: Ulah Manusia, Dosa, dan Peringatan Ilahi menurut Al‑Qur’an


Menurut Al‑Qur’an, bencana alam bukan selalu sekadar fenomena alam biasa. Banjir, gempa, longsor atau malapetaka lain bisa muncul karena perbuatan manusia sendiri seperti merusak lingkungan maupun mengeksploitasi alam secara berlebihan. Manusia dianggap ikut andil dalam memunculkan kerusakan yang akhirnya menjadi bencana.

Kerusakan lingkungan seperti penebangan hutan sembarangan, pencemaran laut dan darat, serta hilangnya daerah resapan air disebut sebagai pemicu utama bencana. Ketika alam sudah kehilangan keseimbangan, bencana menjadi konsekuensi logis atas perusakan tersebut. Dengan demikian, cara manusia memperlakukan alam sangat menentukan keselamatan bersama.

Tak hanya kerusakan fisik terhadap alam, perilaku moral dan spiritual manusia juga diperhitungkan. Dosa kolektif seperti maksiat, penzaliman, kezaliman sosial dan pengabaian nilai agamawi dipandang sebagai faktor yang bisa memancing bencana sebagai bentuk peringatan atau hukuman. Bencana bisa jadi adalah refleksi dari akumulasi pelanggaran manusia terhadap perintah Tuhan.

Sejarah umat terdahulu dalam Al‑Qur’an menunjukkan bahwa kaum yang mendustakan utusan Allah dan terus melakukan kejahatan sering ditimpa musibah dahsyat. Kejadian itu menjadi pelajaran bahwa ketidaktaatan membawa konsekuensi. Maka bencana tak selalu acak tapi kadang pesan moral agar manusia introspeksi diri.

Namun bencana tidak selalu identik dengan murka Tuhan. Dalam perspektif ini, bencana bisa juga menjadi bentuk kasih sayang dan peringatan agar manusia sadar, bertobat, dan kembali ke jalan benar. Melalui ujian seperti itu, manusia diingatkan akan keberadaan Tuhan dan tanggung‑jawab menjaga alam serta kehidupan bersama.

Dengan pemahaman ini, manusia diajak untuk menjaga alam, menghormati lingkungan, dan memperbaiki perilaku secara individu maupun kolektif. Tanggung jawab terhadap bumi dan sesama menjadi bagian dari iman yang menuntut kesadaran dan kepekaan. Semoga kesadaran ini tumbuh, agar bencana bisa dicegah dan hidup bersama lebih harmonis.

Sumber: https://www.dompetdhuafa.org/

#bencana #islam #ilmu #khazanah #agama

  • Penulis: Ridwan Maliki
  • Editor: Nuriyati Hamzah
Populer

Kategori

Kata Kunci

#nasional #buol #pemda #olahraga #bola #ekonomi #guru #pendidikan #pariwisata #pilihan #politik #hukum #wisata #paleleh #internasional #laut #pantai #sulteng #pemprov #hgn #edisihgn2025 #islam #presiden #pgri #bupati #pahlawan #bisnis #kpk #timnas #indonesia #khazanah #sorotan #info #prabowo #karikatur #sains #psdku #dprd #polisi #bencana #masjid #keuangan #ilmu #duka #edisipsdku #teknologi #liburan #pertanian #pemandangan #liga
Info

Hari Guru Nasional 2025
Bapenda Sulteng Bebaskan Tunggakan dan Denda PKB, Berlaku 19 November–20 Desember 2025

Kontribusi Berita & Opini

Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!

Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.


Format Naskah:
Microsoft Word (.doc / .docx)
✉️ redaksidibuol@gmail.com

Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis, tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.




Editorial →


f X IG IG TikTok