Menurut Al‑Qur’an, bencana alam bukan selalu sekadar fenomena alam biasa. Banjir, gempa, longsor atau malapetaka lain bisa muncul karena perbuatan manusia sendiri seperti merusak lingkungan maupun mengeksploitasi alam secara berlebihan. Manusia dianggap ikut andil dalam memunculkan kerusakan yang akhirnya menjadi bencana.
Kerusakan lingkungan seperti penebangan hutan sembarangan, pencemaran laut dan darat, serta hilangnya daerah resapan air disebut sebagai pemicu utama bencana. Ketika alam sudah kehilangan keseimbangan, bencana menjadi konsekuensi logis atas perusakan tersebut. Dengan demikian, cara manusia memperlakukan alam sangat menentukan keselamatan bersama.
Tak hanya kerusakan fisik terhadap alam, perilaku moral dan spiritual manusia juga diperhitungkan. Dosa kolektif seperti maksiat, penzaliman, kezaliman sosial dan pengabaian nilai agamawi dipandang sebagai faktor yang bisa memancing bencana sebagai bentuk peringatan atau hukuman. Bencana bisa jadi adalah refleksi dari akumulasi pelanggaran manusia terhadap perintah Tuhan.
Sejarah umat terdahulu dalam Al‑Qur’an menunjukkan bahwa kaum yang mendustakan utusan Allah dan terus melakukan kejahatan sering ditimpa musibah dahsyat. Kejadian itu menjadi pelajaran bahwa ketidaktaatan membawa konsekuensi. Maka bencana tak selalu acak tapi kadang pesan moral agar manusia introspeksi diri.
Namun bencana tidak selalu identik dengan murka Tuhan. Dalam perspektif ini, bencana bisa juga menjadi bentuk kasih sayang dan peringatan agar manusia sadar, bertobat, dan kembali ke jalan benar. Melalui ujian seperti itu, manusia diingatkan akan keberadaan Tuhan dan tanggung‑jawab menjaga alam serta kehidupan bersama.
Dengan pemahaman ini, manusia diajak untuk menjaga alam, menghormati lingkungan, dan memperbaiki perilaku secara individu maupun kolektif. Tanggung jawab terhadap bumi dan sesama menjadi bagian dari iman yang menuntut kesadaran dan kepekaan. Semoga kesadaran ini tumbuh, agar bencana bisa dicegah dan hidup bersama lebih harmonis.
Sumber: https://www.dompetdhuafa.org/
#bencana #islam #ilmu #khazanah #agama
Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!
Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.
Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis,
tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.