Khazanah   Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H melalui Sidang Isbat 2026 Umum   Pawai Obor Terangi Malam Buol, Warga Antusias Sambut Ramadhan 1447 H Pemda Buol   Pemkab Buol Terima Kunjungan Kerja Pangdam XXIII/Palakawira, Perkuat Kolaborasi Pembangunan dan Ketahanan Daerah Pemda Buol   Hari Desa Nasional 2026: Pemkab Buol Perkuat Peran Desa sebagai Motor Pembangunan Pemda Buol   Pemkab Buol Tingkatkan Sinergi dengan LAN RI untuk Pengembangan Kapasitas ASN dan Inovasi Pemerintahan Pemda Buol   Kunjungan Kerja Pangdam XXIII/Palakawira di Koramil 1305-05 Biau, Kabupaten Buol Umum   Wakil Bupati Buol Tutup MTQ XII dan Tetapkan Tuan Rumah MTQ XIII Politik   Pemerintah Kerahkan Sumber Daya Secara Maksimal untuk Percepatan Pembangunan Sumatera Hukum   KPK Jadwalkan Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Perkara yang Ditangani Olahraga   Indonesia Tambah 9 Emas, Posisi Klasemen Medali SEA Games 2025 Menguat

OTT Kepala Daerah: Mampukah Memberi Efek Jera atau Hanya Sekadar Isu Sesaat?

Hukum  01 December 2025
OTT Kepala Daerah: Mampukah Memberi Efek Jera atau Hanya Sekadar Isu Sesaat?
KPK

Belakangan banyak kepala daerah terjaring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat operasi tangkap tangan (OTT). Hal ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi pejabat publik agar menjaga integritas. Keseriusan penegakan hukum diharapkan menimbulkan efek jera bagi semua pejabat daerah.

OTT yang dilakukan dengan berbagai modus  suap, gratifikasi, proyek fiktif  menunjukkan bahwa penyalahgunaan kekuasaan masih terjadi di banyak daerah. Ketika alokasi anggaran dan proyek publik diselewengkan untuk kepentingan pribadi, rakyat yang dirugikan. Ini menegaskan bahwa masih ada celah besar untuk korupsi di tingkat daerah.

Namun meski banyak OTT dilakukan, indikasi bahwa kepala daerah terus melakukan praktik serupa masih tinggi. Hukuman terhadap pelaku kadang dinilai belum membuat jera, apalagi jika hasil OTT tidak diikuti dengan pemulihan sistem administrasi dan transparansi anggaran. Tanpa reformasi sistemik, OTT bisa jadi hanya memburu pelaku satu per satu tanpa menghentikan akar korupsi.

Pencegahan korupsi seharusnya tidak semata mengandalkan OTT dan penindakan. Paling penting adalah membangun budaya integritas di pemerintahan daerah. Dengan memperkuat pengawasan internal, transparansi pengadaan, dan partisipasi publik, kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan bisa ditekan.

Masyarakat juga perlu diajak aktif mengawasi jalannya pemerintahan. Pelaporan pelanggaran, kritik terbuka, dan partisipasi warga dalam pengawasan publik bisa memperkecil ruang korupsi. Karena tanpa peran serta publik, usaha pencegahan korupsi hanya akan berjalan setengah hati.

Jika semua elemen  penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat  serius bekerja sama, OTT bisa bermakna lebih dari sekadar sensasi media. Efek jera bisa benar‑benar terjadi, dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan bisa perlahan pulih.

 

#opini #nasional #kpk #ott

  • Penulis: Hariyanto S. Auna
  • Editor: Nuriyati Hamzah
Populer

Kategori

Kata Kunci

#nasional #buol #pemda #olahraga #bola #ekonomi #pendidikan #hukum #indonesia #politik #internasional #sulteng #paleleh #guru #pemprov #pilihan #pariwisata #wisata #bencana #islam #sumatra #bisnis #khazanah #laut #pantai #bupati #hgn #edisihgn2025 #timnas #kpk #sorotan #info #prabowo #presiden #pgri #pahlawan #masjid #seagames2025 #karikatur #duka #teknologi #sains #psdku #liga #mtq #dprd #asia #polisi #asn #nusantara
Info

Kontribusi Berita & Opini

Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!

Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.


Format Naskah:
Microsoft Word (.doc / .docx)
✉️ redaksidibuol@gmail.com

Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis, tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.




Editorial →


f X IG IG TikTok