Umum   Kapolri Dorong Fatwa Haram Vape, MUI Siapkan Kajian Komprehensif Pemprov Sulteng   Anwar Hafid Sambut Kedatangan Duta Besar Rusia, Buka Peluang Kerja Sama dengan Sulawesi Tengah Sains   Pengaruh Game Online terhadap Karakter Anak: Peran Orang Tua dalam Membentuk Perilaku Positif Pemda Buol   Bupati Buol Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Siap Perluas Akses Modal untuk Dorong Ekonomi Masyarakat Umum   Selamat Hari Santri Oleh Yayasan Auna Center Indonesia Teknologi   Dua Celah Kritis PHP Ancam Keamanan Website di Seluruh Dunia, Administrator Diminta Segera Bertindak Umum   Pemkab Buol Evaluasi PJU, Perbaikan Lampu Jalan Dipercepat Umum   Greenpeace Indonesia Soroti Krisis Iklim yang Memperberat Beban Hidup Masyarakat Umum   Gubernur Anwar Hafid Dorong Beasiswa bagi Guru dan Tenaga Kesehatan di Sulawesi Tengah Umum   Pemkab Buol dan SMAN 1 Biau Kampanyekan Sekolah Aman dan Bebas Perundungan
Nona Baby Shop
Pasang Iklan

OTT Kepala Daerah: Mampukah Memberi Efek Jera atau Hanya Sekadar Isu Sesaat?

Hukum  01 December 2025
OTT Kepala Daerah: Mampukah Memberi Efek Jera atau Hanya Sekadar Isu Sesaat?
KPK

Belakangan banyak kepala daerah terjaring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat operasi tangkap tangan (OTT). Hal ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi pejabat publik agar menjaga integritas. Keseriusan penegakan hukum diharapkan menimbulkan efek jera bagi semua pejabat daerah.

OTT yang dilakukan dengan berbagai modus  suap, gratifikasi, proyek fiktif  menunjukkan bahwa penyalahgunaan kekuasaan masih terjadi di banyak daerah. Ketika alokasi anggaran dan proyek publik diselewengkan untuk kepentingan pribadi, rakyat yang dirugikan. Ini menegaskan bahwa masih ada celah besar untuk korupsi di tingkat daerah.

Namun meski banyak OTT dilakukan, indikasi bahwa kepala daerah terus melakukan praktik serupa masih tinggi. Hukuman terhadap pelaku kadang dinilai belum membuat jera, apalagi jika hasil OTT tidak diikuti dengan pemulihan sistem administrasi dan transparansi anggaran. Tanpa reformasi sistemik, OTT bisa jadi hanya memburu pelaku satu per satu tanpa menghentikan akar korupsi.

Pencegahan korupsi seharusnya tidak semata mengandalkan OTT dan penindakan. Paling penting adalah membangun budaya integritas di pemerintahan daerah. Dengan memperkuat pengawasan internal, transparansi pengadaan, dan partisipasi publik, kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan bisa ditekan.

Masyarakat juga perlu diajak aktif mengawasi jalannya pemerintahan. Pelaporan pelanggaran, kritik terbuka, dan partisipasi warga dalam pengawasan publik bisa memperkecil ruang korupsi. Karena tanpa peran serta publik, usaha pencegahan korupsi hanya akan berjalan setengah hati.

Jika semua elemen  penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat  serius bekerja sama, OTT bisa bermakna lebih dari sekadar sensasi media. Efek jera bisa benar‑benar terjadi, dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan bisa perlahan pulih.

 

#opini #nasional #kpk #ott

  • Penulis: Hariyanto S. Auna
  • Editor: Nuriyati Hamzah
đź’¬ Tinggalkan Komentar

Silakan login untuk komentar

🔑 Masuk dengan Google
HARIYANTO S. AUNA
6 bulan yang lalu

Tes

Populer

Kategori

Kata Kunci

#nasional #buol #pemda #olahraga #bola #ekonomi #pendidikan #indonesia #hukum #sulteng #politik #internasional #pemprov #paleleh #pilihan #guru #pariwisata #wisata #bencana #islam #sumatra #bisnis #khazanah #laut #pantai #bupati #edisihgn2025 #teknologi #kpk #timnas #sorotan #kabupaten #info #prabowo #presiden #pgri #hgn #sains #pahlawan #seagames2025 #masjid #karikatur #duka #psdku #liga #mtq #dprd #asia #gubernur #polri
Info


Info



Editorial →


f X IG IG TikTok