Bencana banjir dan longsor di beberapa wilayah Sumatera
membuat banyak keluarga mengungsi ke posko darurat. Anak-anak menjadi kelompok
paling rentan terhadap dampak kesehatan dan sanitasi buruk di pengungsian.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan munculnya penyakit serius.
Menurut data dari organisasi dokter anak, cakupan
imunisasi dasar termasuk vaksin untuk penyakit seperti campak di daerah
terdampak tergolong masih rendah. Di beberapa provinsi, imunisasi belum
lengkap atau bahkan banyak anak belum pernah divaksinasi. Kondisi ini
meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular di tengah pengungsian.
Kasus penyakit sudah mulai ditemukan di lapangan: bukan
hanya campak, tetapi juga infeksi saluran napas akut, diare, dan masalah kulit
pada anak-anak. Sanitasi buruk dan krisis pasokan obat membuat penanganan
penyakit menjadi sulit. Banyak anak yang sakit tidak bisa mendapatkan perawatan
optimal akibat kondisi darurat.
Para dokter anak menyerukan agar pemerintah daerah segera
membentuk posko imunisasi darurat di wilayah bencana. Posko ini
diharapkan untuk melengkapi imunisasi yang tertunda dan memastikan anak-anak
terlindungi. Upaya ini dianggap langkah cepat untuk mencegah lonjakan kasus
penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi.
Selain imunisasi, kebutuhan dasar seperti air bersih,
obat-obatan, dan makanan bergizi juga ditegaskan sebagai prioritas di
pengungsian. Tanpa terpenuhinya kebutuhan ini, risiko komplikasi penyakit
meningkat terutama bagi balita dan anak. Perlindungan kesehatan anak harus
menjadi fokus utama pemulihan pasca-bencana.
Pakar kesehatan memperingatkan bahwa jika tidak segera
ditangani, wabah penyakit dapat menyebar dengan cepat. Campak misalnya dikenal
sebagai penyakit sangat menular dan bisa menimbulkan komplikasi serius.
Imunisasi lengkap diyakini sebagai cara paling efektif untuk mencegah
penyebaran penyakit tersebut.
Dalam kondisi darurat seperti ini, tidak hanya pemerintah,
tetapi masyarakat sekitar dan relawan juga diharapkan ikut mendukung upaya
perlindungan anak. Dukungan berupa informasi, koordinasi, dan akses layanan
bisa membantu mengurangi dampak bencana terhadap anak-anak. Kerja sama semua
pihak sangat penting untuk menjaga kesehatan generasi penerus.
Krisis kesehatan pasca-bencana di Sumatera ini menjadi
pengingat bahwa penanganan darurat harus melampaui bantuan sementara harus
disertai upaya jangka panjang seperti imunisasi dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Anak-anak harus mendapat prioritas utama agar tidak menjadi korban penyakit
setelah bencana. Langkah cepat dan komprehensif bisa menyelamatkan banyak
nyawa.
Sumber: https://health.detik.co
#kesehatan #sumatra #bencana #nasional #indonesia
Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!
Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.
Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis,
tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.