BNPB mencatat bahwa bencana hidrometeorologi banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah menelan korban jiwa sebanyak 604 orang. Selain itu, sejumlah besar warga dilaporkan hilang, dan korban luka-luka juga terus bertambah.
Upaya penanganan darurat digencarkan secara intensif oleh BNPB bersama sejumlah instansi terkait dari distribusi logistik sampai pembukaan akses ke daerah terisolir. Tim SAR, TNI/Polri, dan relawan juga dikerahkan, sementara bantuan mulai disalurkan lewat jalur udara dan laut.
Di Aceh tercatat 156 korban meninggal dunia dan 181 orang masih hilang. Sementara di Sumatera Barat, korban tewas 165 jiwa dan 114 lainnya hilang.
Di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal dunia mencapai 283 jiwa, menjadikannya provinsi dengan angka kematian tertinggi akibat bencana ini. Banyak korban ditemukan di wilayah kabupaten/kota berbeda, sehingga proses pencarian dan evakuasi berlangsung di banyak titik sekaligus.
Pemerintah dan BNPB menyatakan data ini bersifat sementara dan bisa berubah seiring proses pencarian dan pendataan lanjutan. Mereka juga telah menetapkan prioritas pemulihan: membuka akses jalan, mendistribusikan bantuan, serta mengembalikan layanan dasar bagi warga terdampak.
Sumber: TVRI
Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!
Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.
Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis,
tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.