Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda beberapa provinsi di Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terus menimbulkan duka mendalam. Hingga Minggu (7/12) malam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia mencapai 921 orang. Selain itu, ratusan warga masih dinyatakan hilang, puluhan ribu rumah rusak, dan ribuan warga terpaksa mengungsi di berbagai titik pengungsian. Penanganan darurat serta evakuasi korban masih terus dilakukan.
Kerusakan terjadi di puluhan kabupaten/kota terdampak, dengan banyak daerah yang sebelumnya sulit diakses kini terisolasi akibat jembatan putus, jalan rusak, dan aliran listrik terganggu. Sebagian warga mengungsi ke lokasi sementara dengan kebutuhan mendesak seperti pangan, air bersih, dan layanan medis. Di beberapa daerah terpencil, kerusakan infrastruktur memperlambat distribusi bantuan, menyulitkan upaya penyelamatan korban yang terluka maupun pencarian warga hilang.
Tim SAR gabungan dari BNPB, militer, dan relawan mempercepat operasi evakuasi, distribusi logistik, dan pengiriman bantuan ke daerah-daerah terpencil, termasuk melalui metode airdrop di lokasi yang akses daratnya terputus. Bantuan pangan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya terus didistribusikan, meski sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan mengalami kerusakan atau terganggu operasionalnya.
Para ahli menyoroti bahwa kerusakan lingkungan seperti deforestasi, konversi hutan menjadi perkebunan atau area tambang, serta curah hujan tinggi menjadi faktor yang memperparah banjir dan longsor. Kombinasi kondisi alam yang rentan dengan hujan ekstrem membuat sungai meluap, lereng mengalami erosi, dan tanah longsor mudah terjadi.
Sejumlah pemimpin daerah mendesak pemerintah pusat menetapkan status “darurat nasional” agar penyaluran anggaran dan bantuan bisa dilakukan lebih cepat. Namun, akses ke banyak wilayah masih terputus, komunikasi sulit, dan data korban terus berubah seiring temuan jenazah baru, sehingga proses pencarian dan pendataan menjadi rumit.
Situasi ini menuntut bantuan segera dari semua pihak — pemerintah, swasta, LSM, dan masyarakat luas — melalui donasi, distribusi logistik, relawan untuk evakuasi, serta rehabilitasi jangka panjang. Diharapkan korban hilang dapat ditemukan dan warga selamat dapat bangkit membangun kembali kehidupan mereka.
Sumber: tempo.co
#nasional #sumatra #indonesia #bencana #banjir
Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!
Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.
Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis,
tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.