Peresmian Masjid Raya Baitul Khairaat menjadi puncak dari perjalanan panjang dan pengabdian para pemimpin Sulawesi Tengah. Pembangunan masjid ini tidak lepas dari upaya Gubernur ke-10, Bapak @official_ldj, Gubernur ke-11, Bapak @rusdy_mastura, hingga Gubernur saat ini, Bapak @anwarhafid14, beserta gubernur-gubernur sebelumnya yang telah meletakkan dasar dan memberikan ikhtiar terbaiknya.
Kini, tantangan terbesar adalah menjaga dan menghidupkan masjid ini sebagai ruang terbuka yang penuh aktivitas positif bagi umat Islam di Sulawesi Tengah. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial.
Menghidupkan Masjid Raya Baitul Khairaat sejalan dengan janji Allah dalam QS. Al-Quraisy: 4, “Dia menghilangkan rasa lapar dan memberi rasa aman” bagi siapa saja yang memakmurkan rumah-Nya. Hal ini menegaskan pentingnya partisipasi seluruh warga dalam memakmurkan masjid, baik melalui kegiatan ibadah maupun program sosial.
Dengan keberadaan masjid ini, diharapkan Sulawesi Tengah memiliki pusat spiritual yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga kaya manfaat bagi masyarakat luas. Masjid Raya Baitul Khairaat menjadi simbol keberlanjutan pengabdian dan dedikasi para pemimpin daerah untuk kesejahteraan umat Islam.
Masyarakat diimbau untuk menjadikan masjid ini sebagai pusat kegiatan positif dan sarana penguatan ukhuwah Islamiyah. Aktivitas di masjid diharapkan dapat menjangkau semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Peresmian ini sekaligus menjadi momentum bagi umat Islam Sulawesi Tengah untuk bersinergi dalam memakmurkan rumah Allah. Dengan komitmen bersama, Masjid Raya Baitul Khairaat diharapkan mampu menjadi ikon keagamaan dan pusat kegiatan sosial yang membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Sumber: Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!
Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.
Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis,
tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.