Disdukcapil Buol baru-baru ini mengadakan Rapat Koordinasi Administrasi Kependudukan (Rakor Adminduk) di Aula Pobokidan Lantai II Kantor Bupati. Acara digelar pada Senin (8/12) dan dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai unsur, termasuk camat, lurah, kepala desa, perangkat daerah, serta pelaksana layanan adminduk. Tujuan utama kegiatan ini adalah mengevaluasi pelayanan administrasi kependudukan serta menyusun langkah strategis untuk perbaikan layanan ke depan.
Pada pembukaan, Moh. Nasir Dj. Daimaroto, SH., MH., selaku Wakil Bupati Buol, menekankan pentingnya transformasi digital dan percepatan layanan bagi seluruh warga. Ia menyampaikan bahwa integrasi data dan peningkatan kapasitas aparatur menjadi kunci agar dokumen kependudukan bisa diakses secara cepat dan mudah. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Pemkab Buol untuk meningkatkan kemudahan layanan bagi masyarakat.
Dalam laporannya, Sekretaris Disdukcapil, Syahran Yudiansyah, menyatakan bahwa Rakor ini dilaksanakan berdasarkan regulasi yaitu UU Nomor 24 Tahun 2013 serta Peraturan Bupati 2025 yang mengatur penugasan aparatur desa dan peningkatan kualitas layanan. Ia menekankan pentingnya inovasi layanan seperti pelayanan cepat, cetak langsung, serta program di mana ibu melahirkan langsung mendapatkan akta kelahiran. Komitmen itu diharapkan bisa menjadikan layanan adminduk lebih responsif dan ramah bagi warga.
Selama sesi pleno, para peserta melakukan diskusi teknis terkait kendala lapangan — termasuk masalah administratif dan akses layanan di tingkat kecamatan serta desa. Mereka juga membahas rencana percepatan layanan adminduk sepanjang tahun 2025 agar dokumen kependudukan dapat diterbitkan lebih cepat dan merata. Hasil diskusi diharapkan menjadi dasar kebijakan serta koordinasi antar instansi terkait.
Dengan digelarnya rakor ini, Disdukcapil Buol menunjukkan upaya nyata untuk memperbaiki mutu layanan adminduk di seluruh wilayah Kabupaten Buol. Transformasi ke layanan digital, percepatan proses pencetakan dokumen, serta kolaborasi antar aparat kecamatan dan desa menjadi sorotan utama. Masyarakat pun diharapkan merasakan kemudahan dalam mendapatkan dokumen kependudukan secara lebih cepat dan efisien.
Langkah Disdukcapil Buol ini sejalan dengan semangat pemerintahan modern yang menekankan efisiensi, akurasi data, dan pelayanan publik berbasis teknologi. Ke depan, evaluasi dan inovasi berkelanjutan diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintahan. Bila dijalankan konsisten, Rakor Adminduk 2025 bisa menjadi pijakan awal untuk layanan adminduk yang lebih baik dan inklusif di Buol.
Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!
Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.
Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis,
tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.