Hukum   OTT Kepala Daerah: Mampukah Memberi Efek Jera atau Hanya Sekadar Isu Sesaat? Umum   TNI AD Kerahkan 21.707 Prajurit dan Alutsista Demi Selamatkan Warga Terdampak Bencana di Sumatra Kesehatan   Betis sebagai ‘Jantung Kedua’ — Pentingnya Otot Kaki untuk Sirkulasi Darah Khazanah   Bencana Alam: Ulah Manusia, Dosa, dan Peringatan Ilahi menurut Al‑Qur’an Hukum   MA Tekankan: Rehabilitasi Presiden Bukan Hambatan Hukum, Tapi Hak Istimewa Konstitusional Politik   Cak Imin Prihatin Lihat Konflik Internal PBNU, Minta Semua Pihak Menahan Diri Pendidikan   Digitalisasi Kelas Rasakan Dampaknya: Sekolah di Indonesia Kini Lebih Hidup Olahraga   Musim Baru Bergulir: Liga Nusantara 2025/26 Resmi Dibuka Hari Ini Khazanah   Islam Pandang Liburan sebagai Aktivitas Bernilai Asal Dilakukan Secara Bijak Pendidikan   Prabowo: Pendidikan Jadi Investasi Utama Bangsa Demi Masa Depan Cerah

Menjemput Wisata Berkelanjutan dari Laut ke Darat: Cerita Paleleh Barat yang Belum Tersentuh

Pariwisata  05 November 2025
Menjemput Wisata Berkelanjutan dari Laut ke Darat: Cerita Paleleh Barat yang Belum Tersentuh
(Hariyanto S. Auna)

Ketika kita berbicara tentang pariwisata di Kabupaten Buol, pikiran kita sering kali langsung tertuju kepada wilayah-wilayah yang sudah dikenal luas: spot pantai, pusat kuliner, atau ruang festival budaya yang ramai oleh pengunjung. Namun, di balik itu, terdapat sebuah wilayah yang berada dalam keheningan potensi Paleleh Barat. Sebuah sudut yang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan, melainkan kisah hidup yang berpadu antara laut dan daratan, budaya dan alam, masyarakat dan masa depan.

Paleleh Barat adalah ruang waktu yang menanti sentuhan visi. Sebuah destinasi yang bukan hanya ‘bisa jadi wisata’, tetapi layak menjadi pusat pariwisata alternatif berbasis keberlanjutan. Dari laut yang biru dan memancarkan keteduhan, hingga daratan yang hijau menyejukkan mata, Paleleh Barat menyimpan peluang untuk digarap sebagai destinasi wisata ekologi, budaya, hingga edukasi yang kaya nilai.

Namun, hingga kini, wilayah ini masih berada di pinggir narasi pembangunan daerah. Masih menjadi ruang yang “terlupakan”, walaupun ia sejatinya punya modal besar: kearifan lokal masyarakat, keasrian alam, dan keramahan komunitas pesisir. Semua itu seharusnya bukan hanya dilihat sebagai aset estetika, melainkan sebagai fondasi untuk mengembangkan pariwisata yang benar-benar kembali ke akarnya kepada alam dan manusia itu sendiri.

Penting untuk disadari bahwa mengembangkan Paleleh Barat bukan berarti membawa gegap gempita pariwisata massal yang bisa merusak wajah aslinya. Justru, konsep pariwisata berkelanjutan adalah jawabannya di mana pelancong datang, belajar, berbaur, lalu pulang dengan cerita, sambil masyarakat tetap bertumbuh dengan tetap menjaga tatanan hidup dan lingkungannya.

#pilihan #talokan #palbar #buol #pariwisata #wisata #pemandangan

  • Penulis: Johan
  • Editor: Yusuf
Populer

Kategori

Kata Kunci

#nasional #buol #pemda #olahraga #bola #ekonomi #guru #pendidikan #pariwisata #pilihan #politik #hukum #wisata #paleleh #internasional #laut #pantai #sulteng #pemprov #hgn #edisihgn2025 #islam #presiden #pgri #bupati #pahlawan #bisnis #timnas #kpk #indonesia #khazanah #sorotan #info #prabowo #karikatur #sains #psdku #dprd #polisi #bencana #masjid #keuangan #ilmu #duka #edisipsdku #teknologi #liburan #pertanian #liga #pemandangan
Info

Hari Guru Nasional 2025
Bapenda Sulteng Bebaskan Tunggakan dan Denda PKB, Berlaku 19 November–20 Desember 2025

Kontribusi Berita & Opini

Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!

Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.


Format Naskah:
Microsoft Word (.doc / .docx)
✉ redaksidibuol@gmail.com

Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis, tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.




Editorial →


f X IG IG TikTok