Hukum   OTT Kepala Daerah: Mampukah Memberi Efek Jera atau Hanya Sekadar Isu Sesaat? Umum   TNI AD Kerahkan 21.707 Prajurit dan Alutsista Demi Selamatkan Warga Terdampak Bencana di Sumatra Kesehatan   Betis sebagai ‘Jantung Kedua’ — Pentingnya Otot Kaki untuk Sirkulasi Darah Khazanah   Bencana Alam: Ulah Manusia, Dosa, dan Peringatan Ilahi menurut Al‑Qur’an Hukum   MA Tekankan: Rehabilitasi Presiden Bukan Hambatan Hukum, Tapi Hak Istimewa Konstitusional Politik   Cak Imin Prihatin Lihat Konflik Internal PBNU, Minta Semua Pihak Menahan Diri Pendidikan   Digitalisasi Kelas Rasakan Dampaknya: Sekolah di Indonesia Kini Lebih Hidup Olahraga   Musim Baru Bergulir: Liga Nusantara 2025/26 Resmi Dibuka Hari Ini Khazanah   Islam Pandang Liburan sebagai Aktivitas Bernilai Asal Dilakukan Secara Bijak Pendidikan   Prabowo: Pendidikan Jadi Investasi Utama Bangsa Demi Masa Depan Cerah

Digitalisasi Kelas Rasakan Dampaknya: Sekolah di Indonesia Kini Lebih Hidup

Pendidikan  30 November 2025
Digitalisasi Kelas Rasakan Dampaknya: Sekolah di Indonesia Kini Lebih Hidup
https://gurudikdas.dikdasmen.go.id/

Transformasi digital kini benar-benar terasa di ruang kelas sekolah di Indonesia. Banyak sekolah telah menerima dan menggunakan Panel Interaktif Digital (PID) sebagai media belajar. Penggunaan teknologi ini merubah cara guru mengajar dan siswa belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.

Program digitalisasi menyasar ribuan sekolah di berbagai pelosok tanah air, dengan tujuan agar semua anak mendapat akses pendidikan yang setara. Pemerintah berharap bahwa dengan teknologi digital, kualitas pembelajaran bisa merata — tak hanya kota besar tetapi juga daerah terpencil. Ini menjadi upaya nyata untuk mengurangi ketimpangan akses pendidikan.

Di sekolah-sekolah yang sudah memakai PID, guru melaporkan perubahan signifikan dalam proses mengajar. Materi pelajaran menjadi lebih hidup, dan guru bisa menyampaikan konsep dengan cara yang lebih kreatif. Hal ini membuat suasana kelas jauh lebih menarik daripada metode konvensional sebelumnya.

Siswa pun merasakan langsung manfaatnya. Beberapa yang dulu pasif kini aktif berpartisipasi; mereka berani maju, menulis, bereksperimen, atau mencoba fitur-fitur pada panel interaktif. Bahkan pelajaran seperti matematika dan IPA menjadi lebih mudah dipahami karena visualisasi dan interaksi digital.

Bagi siswa, belajar kini tak melulu duduk mendengarkan — bisa mengeksplorasi, bermain gim edukasi, atau belajar lewat video dan multimedia. Hal ini membuat minat dan semangat belajar meningkat. Pembelajaran terasa lebih ringan dan menyenangkan.

Digitalisasi pembelajaran ini bukan sekadar soal perangkat, tapi juga perubahan budaya belajar. Ruang kelas berubah menjadi ruang eksplorasi dan kolaborasi. Anak-anak punya kesempatan lebih besar untuk memahami materi dengan cara yang sesuai zaman.

Dengan langkah ini, diharapkan pendidikan di seluruh Indonesia — dari perkotaan hingga pelosok — bisa mengejar ketertinggalan. Teknologi memberi harapan baru: pendidikan inklusif, setara, dan modern. Masa depan generasi pelajar bisa lebih cerah.

Sumber: https://gurudikdas.dikdasmen.go.id/

#nasional #pendidikan #digitalisasi #teknologi

  • Penulis: Dian Arif
  • Editor: Nuriyati Hamzah
Populer

Kategori

Kata Kunci

#nasional #buol #pemda #olahraga #bola #ekonomi #guru #pendidikan #pariwisata #pilihan #politik #hukum #wisata #paleleh #internasional #laut #pantai #sulteng #pemprov #hgn #edisihgn2025 #islam #presiden #pgri #bupati #pahlawan #bisnis #timnas #kpk #indonesia #khazanah #sorotan #info #prabowo #karikatur #sains #psdku #dprd #polisi #bencana #masjid #keuangan #ilmu #duka #edisipsdku #teknologi #liburan #pertanian #liga #pemandangan
Info

Hari Guru Nasional 2025
Bapenda Sulteng Bebaskan Tunggakan dan Denda PKB, Berlaku 19 November–20 Desember 2025

Kontribusi Berita & Opini

Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!

Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.


Format Naskah:
Microsoft Word (.doc / .docx)
✉ redaksidibuol@gmail.com

Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis, tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.




Editorial →


f X IG IG TikTok