Paleleh — Di ujung barat Kecamatan Paleleh, terdapat sebuah perkampungan nelayan yang dikenal dengan nama Kampung Istana. Meski namanya terdengar megah, kehidupan di kampung ini justru sederhana dan penuh makna. Kampung Istana menjadi rumah bagi para nelayan yang menggantungkan hidupnya dari laut, turun-temurun dari generasi ke generasi. Setiap pagi, deretan perahu kecil tampak bersandar di dermaga beton, bersiap menuju perairan untuk mencari ikan, cakalang, hingga hasil laut lain yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.
Keindahan Kampung Istana tidak hanya terletak pada aktivitas nelayannya, tetapi juga pada panorama alamnya yang menakjubkan. Laut biru yang tenang berpadu dengan barisan perbukitan hijau di kejauhan menciptakan pemandangan yang memanjakan mata. Saat senja tiba, langit berubah jingga, dan bayangan perahu yang berayun di dermaga menambah kesan damai di kampung pesisir ini. Tak heran jika Kampung Istana mulai dikenal sebagai salah satu spot favorit bagi para fotografer dan wisatawan lokal yang ingin menikmati ketenangan alam Paleleh.
Masyarakat Kampung Istana hidup dengan semangat gotong royong yang tinggi. Ketika musim ikan datang, warga bekerja bersama menurunkan hasil tangkapan, menjemur ikan, dan menyiapkan perbekalan untuk melaut keesokan harinya. Tradisi ini menjadi bagian penting dari identitas sosial kampung, menjaga keakraban dan rasa persaudaraan antarwarga.
Kini, harapan besar disematkan agar Kampung Istana tidak hanya dikenal sebagai kampung nelayan, tetapi juga sebagai destinasi wisata bahari yang berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah desa dan masyarakat, Kampung Istana diharapkan mampu menjadi contoh desa pesisir yang mampu memadukan keindahan alam, tradisi, dan ekonomi kreatif berbasis kelautan.
#pilihan #wisata #pariwisata #paleleh #laut #nelayan #pantai #buol
Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!
Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.
Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis,
tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.