Hukum   OTT Kepala Daerah: Mampukah Memberi Efek Jera atau Hanya Sekadar Isu Sesaat? Umum   TNI AD Kerahkan 21.707 Prajurit dan Alutsista Demi Selamatkan Warga Terdampak Bencana di Sumatra Kesehatan   Betis sebagai ‘Jantung Kedua’ — Pentingnya Otot Kaki untuk Sirkulasi Darah Khazanah   Bencana Alam: Ulah Manusia, Dosa, dan Peringatan Ilahi menurut Al‑Qur’an Hukum   MA Tekankan: Rehabilitasi Presiden Bukan Hambatan Hukum, Tapi Hak Istimewa Konstitusional Politik   Cak Imin Prihatin Lihat Konflik Internal PBNU, Minta Semua Pihak Menahan Diri Pendidikan   Digitalisasi Kelas Rasakan Dampaknya: Sekolah di Indonesia Kini Lebih Hidup Olahraga   Musim Baru Bergulir: Liga Nusantara 2025/26 Resmi Dibuka Hari Ini Khazanah   Islam Pandang Liburan sebagai Aktivitas Bernilai Asal Dilakukan Secara Bijak Pendidikan   Prabowo: Pendidikan Jadi Investasi Utama Bangsa Demi Masa Depan Cerah

Pasar Halal Global Tembus Rp 21 000 Triliun, Indonesia Diminta Bergerak Cepat

Ekonomi  22 November 2025
Pasar Halal Global Tembus Rp 21 000 Triliun, Indonesia Diminta Bergerak Cepat
https://bpjph.halal.go.id/

Nilai transaksi produk dan layanan halal di dunia saat ini mencapai sekitar Rp 21.000 triliun. Pasar halal menjadi peluang ekonomi besar karena permintaan tidak hanya datang dari konsumen Muslim, tetapi juga dari masyarakat yang mengutamakan kualitas dan keamanan. Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar perlu bersiap mengambil peran lebih besar dalam pasar global tersebut.

 

Kontribusi Indonesia terhadap pasar halal dunia masih tergolong kecil, hanya sekitar 3,5 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi nasional belum dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan memperkuat posisi Indonesia agar tidak hanya menjadi konsumen produk halal dari luar negeri.

 

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama pasar halal. Sertifikasi halal yang kuat dan terstandar menjadi kunci peningkatan daya saing produk nasional. Selain itu, pengembangan sektor makanan, minuman, kosmetik, tekstil, dan jasa halal perlu dipercepat.

 

Untuk menghadapi persaingan global, ekosistem industri halal Indonesia harus diperkuat dari hulu hingga hilir. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha besar, UMKM, dan lembaga sertifikasi menjadi kebutuhan mendesak. Dukungan ekspor dan akses pasar internasional juga harus ditingkatkan.

 

Indonesia berpotensi menduduki posisi strategis dalam rantai nilai global apabila mampu mengoptimalkan inovasi dan branding halal. Penguatan edukasi dan percepatan sertifikasi pada UMKM akan memperluas jumlah produk bersertifikat halal. Langkah cepat akan menentukan apakah Indonesia menjadi pemimpin atau hanya penonton dalam pasar halal dunia.


Sumber: https://bpjph.halal.go.id/

 

#nasional #halal #ekonomi

  • Penulis: Yusuf
  • Editor: Nuriyati Hamzah
Populer

Kategori

Kata Kunci

#nasional #buol #pemda #olahraga #bola #ekonomi #guru #pendidikan #pariwisata #pilihan #politik #hukum #wisata #paleleh #internasional #laut #pantai #sulteng #pemprov #hgn #edisihgn2025 #islam #presiden #pgri #bupati #pahlawan #bisnis #timnas #kpk #indonesia #khazanah #sorotan #info #prabowo #karikatur #sains #psdku #dprd #polisi #bencana #masjid #keuangan #ilmu #duka #edisipsdku #teknologi #liburan #pertanian #liga #pemandangan
Info

Hari Guru Nasional 2025
Bapenda Sulteng Bebaskan Tunggakan dan Denda PKB, Berlaku 19 November–20 Desember 2025

Kontribusi Berita & Opini

Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!

Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.


Format Naskah:
Microsoft Word (.doc / .docx)
✉ redaksidibuol@gmail.com

Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis, tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.




Editorial →


f X IG IG TikTok