Hukum   OTT Kepala Daerah: Mampukah Memberi Efek Jera atau Hanya Sekadar Isu Sesaat? Umum   TNI AD Kerahkan 21.707 Prajurit dan Alutsista Demi Selamatkan Warga Terdampak Bencana di Sumatra Kesehatan   Betis sebagai ‘Jantung Kedua’ — Pentingnya Otot Kaki untuk Sirkulasi Darah Khazanah   Bencana Alam: Ulah Manusia, Dosa, dan Peringatan Ilahi menurut Al‑Qur’an Hukum   MA Tekankan: Rehabilitasi Presiden Bukan Hambatan Hukum, Tapi Hak Istimewa Konstitusional Politik   Cak Imin Prihatin Lihat Konflik Internal PBNU, Minta Semua Pihak Menahan Diri Pendidikan   Digitalisasi Kelas Rasakan Dampaknya: Sekolah di Indonesia Kini Lebih Hidup Olahraga   Musim Baru Bergulir: Liga Nusantara 2025/26 Resmi Dibuka Hari Ini Khazanah   Islam Pandang Liburan sebagai Aktivitas Bernilai Asal Dilakukan Secara Bijak Pendidikan   Prabowo: Pendidikan Jadi Investasi Utama Bangsa Demi Masa Depan Cerah

Rupiah Akhiri Pekan Menguat, Manfaat Pelemahan Dolar AS

Ekonomi  21 November 2025
Rupiah Akhiri Pekan Menguat, Manfaat Pelemahan Dolar AS
Petugas menunjukkan pecahan rupiah dan dolar AS di sebuah gerai money changer di Jakarta pada Selasa (8/4/2025). Foto: ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh.

Jakarta — Nilai tukar rupiah berhasil mengakhiri pekan dengan penguatan setelah sebelumnya berada di bawah tekanan akibat penguatan mata uang dolar AS. Data terkini dari Bloomberg mencatat bahwa mata uang Indonesia naik sebesar sekitar 0,12 persen atau setara 20 poin ke level Rp 16.716 per dolar AS. 

 

Penguatan ini sebagian besar dipicu oleh melemahnya indeks dolar AS, yang membuka ruang bagi mata uang negara berkembang untuk terangkat. Sentimen pasar menunjukkan bahwa harapan pelonggaran kebijakan moneter global dan aliran modal keluar dari dolar ikut berperan. Namun demikian, pasar tetap berhati-hati karena perubahan mendadak di pasar internasional dapat membalikkan arah penguatan. 

 

Di dalam negeri, penguatan rupiah disambut baik oleh pelaku pasar, meskipun kondisi fundamental ekonomi seperti defisit transaksi berjalan dan inflasi masih menjadi batu sandungan. Ekonom mengingatkan bahwa meskipun rupiah menguat, kestabilannya belum bisa dianggap aman secara jangka panjang. Pelaku usaha dan eksportir pun terus memantau fluktuasi nilai tukar karena perubahan dapat cepat terjadi. 

 

Meski demikian, penguatan rupiah hari ini tidak serta-merta menghapus seluruh risiko. Peningkatan suku bunga oleh bank sentral AS atau naiknya permintaan global terhadap dolar bisa kembali menekan rupiah. Oleh karena itu, pemerintah dan otoritas moneter harus terus menjaga kepercayaan pasar dan mengantisipasi tekanan eksternal yang dapat muncul kembali. 

 

Ke depan, pelaku pasar menaruh perhatian khusus pada data ekonomi AS dan kebijakan moneter global yang akan dirilis dalam waktu dekat. Jika dolar kembali menguat, rupiah bisa saja tergoyang dan kembali ke tekanan. Di sisi lain, dukungan riil dari sektor ekspor dan stabilitas makroekonomi dalam negeri akan membantu menjaga arah positif nilai tukar rupiah. 

 

#ekonomi #nasional

  • Penulis: Sumarni Padri
  • Editor: Andi Pandi
Populer

Kategori

Kata Kunci

#nasional #buol #pemda #olahraga #bola #ekonomi #guru #pendidikan #pariwisata #pilihan #politik #hukum #wisata #paleleh #internasional #laut #pantai #sulteng #pemprov #hgn #edisihgn2025 #islam #presiden #pgri #bupati #pahlawan #bisnis #timnas #kpk #indonesia #khazanah #sorotan #info #prabowo #karikatur #sains #psdku #dprd #polisi #bencana #masjid #keuangan #ilmu #duka #edisipsdku #teknologi #liburan #pertanian #liga #pemandangan
Info

Hari Guru Nasional 2025
Bapenda Sulteng Bebaskan Tunggakan dan Denda PKB, Berlaku 19 November–20 Desember 2025

Kontribusi Berita & Opini

Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!

Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.


Format Naskah:
Microsoft Word (.doc / .docx)
✉️ redaksidibuol@gmail.com

Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis, tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.




Editorial →


f X IG IG TikTok