Umum   Kapolri Dorong Fatwa Haram Vape, MUI Siapkan Kajian Komprehensif Pemprov Sulteng   Anwar Hafid Sambut Kedatangan Duta Besar Rusia, Buka Peluang Kerja Sama dengan Sulawesi Tengah Sains   Pengaruh Game Online terhadap Karakter Anak: Peran Orang Tua dalam Membentuk Perilaku Positif Pemda Buol   Bupati Buol Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Siap Perluas Akses Modal untuk Dorong Ekonomi Masyarakat Umum   Selamat Hari Santri Oleh Yayasan Auna Center Indonesia Teknologi   Dua Celah Kritis PHP Ancam Keamanan Website di Seluruh Dunia, Administrator Diminta Segera Bertindak Umum   Pemkab Buol Evaluasi PJU, Perbaikan Lampu Jalan Dipercepat Umum   Greenpeace Indonesia Soroti Krisis Iklim yang Memperberat Beban Hidup Masyarakat Umum   Gubernur Anwar Hafid Dorong Beasiswa bagi Guru dan Tenaga Kesehatan di Sulawesi Tengah Umum   Pemkab Buol dan SMAN 1 Biau Kampanyekan Sekolah Aman dan Bebas Perundungan
Nona Baby Shop
Pasang Iklan

Rupiah Akhiri Pekan Menguat, Manfaat Pelemahan Dolar AS

Ekonomi  21 November 2025
Rupiah Akhiri Pekan Menguat, Manfaat Pelemahan Dolar AS
Petugas menunjukkan pecahan rupiah dan dolar AS di sebuah gerai money changer di Jakarta pada Selasa (8/4/2025). Foto: ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh.

Jakarta — Nilai tukar rupiah berhasil mengakhiri pekan dengan penguatan setelah sebelumnya berada di bawah tekanan akibat penguatan mata uang dolar AS. Data terkini dari Bloomberg mencatat bahwa mata uang Indonesia naik sebesar sekitar 0,12 persen atau setara 20 poin ke level Rp 16.716 per dolar AS. 

 

Penguatan ini sebagian besar dipicu oleh melemahnya indeks dolar AS, yang membuka ruang bagi mata uang negara berkembang untuk terangkat. Sentimen pasar menunjukkan bahwa harapan pelonggaran kebijakan moneter global dan aliran modal keluar dari dolar ikut berperan. Namun demikian, pasar tetap berhati-hati karena perubahan mendadak di pasar internasional dapat membalikkan arah penguatan. 

 

Di dalam negeri, penguatan rupiah disambut baik oleh pelaku pasar, meskipun kondisi fundamental ekonomi seperti defisit transaksi berjalan dan inflasi masih menjadi batu sandungan. Ekonom mengingatkan bahwa meskipun rupiah menguat, kestabilannya belum bisa dianggap aman secara jangka panjang. Pelaku usaha dan eksportir pun terus memantau fluktuasi nilai tukar karena perubahan dapat cepat terjadi. 

 

Meski demikian, penguatan rupiah hari ini tidak serta-merta menghapus seluruh risiko. Peningkatan suku bunga oleh bank sentral AS atau naiknya permintaan global terhadap dolar bisa kembali menekan rupiah. Oleh karena itu, pemerintah dan otoritas moneter harus terus menjaga kepercayaan pasar dan mengantisipasi tekanan eksternal yang dapat muncul kembali. 

 

Ke depan, pelaku pasar menaruh perhatian khusus pada data ekonomi AS dan kebijakan moneter global yang akan dirilis dalam waktu dekat. Jika dolar kembali menguat, rupiah bisa saja tergoyang dan kembali ke tekanan. Di sisi lain, dukungan riil dari sektor ekspor dan stabilitas makroekonomi dalam negeri akan membantu menjaga arah positif nilai tukar rupiah. 

 

#ekonomi #nasional

  • Penulis: Sumarni Padri
  • Editor: Andi Pandi
💬 Tinggalkan Komentar

Silakan login untuk komentar

🔑 Masuk dengan Google

Belum ada komentar

Populer

Kategori

Kata Kunci

#nasional #buol #pemda #olahraga #bola #ekonomi #pendidikan #indonesia #hukum #sulteng #politik #internasional #pemprov #paleleh #pilihan #guru #pariwisata #wisata #bencana #islam #sumatra #bisnis #khazanah #laut #pantai #bupati #edisihgn2025 #teknologi #kpk #timnas #sorotan #kabupaten #info #prabowo #presiden #pgri #hgn #sains #pahlawan #seagames2025 #masjid #karikatur #duka #psdku #liga #mtq #dprd #asia #gubernur #polri
Info


Info



Editorial →


f X IG IG TikTok