Hukum   OTT Kepala Daerah: Mampukah Memberi Efek Jera atau Hanya Sekadar Isu Sesaat? Umum   TNI AD Kerahkan 21.707 Prajurit dan Alutsista Demi Selamatkan Warga Terdampak Bencana di Sumatra Kesehatan   Betis sebagai ‘Jantung Kedua’ — Pentingnya Otot Kaki untuk Sirkulasi Darah Khazanah   Bencana Alam: Ulah Manusia, Dosa, dan Peringatan Ilahi menurut Al‑Qur’an Hukum   MA Tekankan: Rehabilitasi Presiden Bukan Hambatan Hukum, Tapi Hak Istimewa Konstitusional Politik   Cak Imin Prihatin Lihat Konflik Internal PBNU, Minta Semua Pihak Menahan Diri Pendidikan   Digitalisasi Kelas Rasakan Dampaknya: Sekolah di Indonesia Kini Lebih Hidup Olahraga   Musim Baru Bergulir: Liga Nusantara 2025/26 Resmi Dibuka Hari Ini Khazanah   Islam Pandang Liburan sebagai Aktivitas Bernilai Asal Dilakukan Secara Bijak Pendidikan   Prabowo: Pendidikan Jadi Investasi Utama Bangsa Demi Masa Depan Cerah

Pemerintah Bakal Bentuk Dewan Nasional untuk Perkuat Kesejahteraan Keuangan

Ekonomi  28 November 2025
Pemerintah Bakal Bentuk Dewan Nasional untuk Perkuat Kesejahteraan Keuangan
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat melangsungkan konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/11/2025). (Foto: RRI/Josua Sihombing).

Pemerintah Indonesia melalui Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk sebuah lembaga baru bernama Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan. Dewan ini diusulkan untuk memperkuat dan melengkapi peran Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) yang telah ada. Inisiatif ini muncul setelah pertemuan dengan Ratu Maxima dari Belanda, yang juga sebagai advokat kesehatan finansial global.

 

Tujuan utama pembentukan dewan baru ini adalah memperkuat kesehatan finansial masyarakat dan memperluas inklusi keuangan secara lebih menyeluruh. Selain itu, dewan diharapkan menyusun sistem data keuangan terbuka — sehingga transparansi dan akses informasi keuangan bisa diperluas. Edukasi literasi keuangan dan pendalaman sektor seperti asuransi menjadi bagian dari agenda.

 

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dewan ini akan mengakomodasi stakeholder di sektor perbankan, konsumen, hingga sektor keuangan lain dan asuransi. Tujuannya agar literasi dan akses keuangan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Pemerintah mencatat bahwa inklusi keuangan nasional telah mencapai sekitar 92,7 persen. Namun literasi keuangan baru mencapai sekitar 66,64 persen. Dengan kondisi itu, pembentukan dewan dianggap penting untuk menutup kesenjangan antara akses dan pemahaman finansial masyarakat.

 

Sebagai bagian dari strategi, pemerintah mendorong jutaan rumah tangga agar memiliki rekening bank. Upaya ini diharapkan mempermudah penyaluran bantuan sosial dan memperluas akses layanan keuangan resmi. Program ini juga diharapkan membantu masyarakat mengelola keuangan dengan lebih sehat di masa depan.

 

Dengan terbentuknya dewan baru ini, pemerintah berharap mampu meningkatkan literasi finansial, transparansi data, dan akses layanan keuangan — termasuk asuransi dan layanan keuangan modern. Jika terlaksana dengan baik, kebijakan ini bisa memperkuat stabilitas ekonomi keluarga dan mendukung kesejahteraan nasional secara lebih merata. Investor, regulator, masyarakat, dan sektor keuangan digandeng sebagai bagian dari sinergi.


 Sumber: RRI

#nasional #keuangan #ekonomi

  • Penulis: Amelia Usman
  • Editor: Nuriyati Hamzah
Populer

Kategori

Kata Kunci

#nasional #buol #pemda #olahraga #bola #ekonomi #guru #pendidikan #pariwisata #pilihan #politik #hukum #wisata #paleleh #internasional #laut #pantai #sulteng #pemprov #hgn #edisihgn2025 #islam #presiden #pgri #bupati #pahlawan #bisnis #timnas #kpk #indonesia #khazanah #sorotan #info #prabowo #karikatur #sains #psdku #dprd #polisi #bencana #masjid #keuangan #ilmu #duka #edisipsdku #teknologi #liburan #pertanian #liga #pemandangan
Info

Hari Guru Nasional 2025
Bapenda Sulteng Bebaskan Tunggakan dan Denda PKB, Berlaku 19 November–20 Desember 2025

Kontribusi Berita & Opini

Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!

Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.


Format Naskah:
Microsoft Word (.doc / .docx)
✉ redaksidibuol@gmail.com

Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis, tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.




Editorial →


f X IG IG TikTok